Prohaba.co
Praktik Aborsi di Medan Digerebek, Dua Wanita Ditangkap
Kamis, 30 Agustus 2018 12:02 WIB
MEDAN – Polda Sumut menggerebek sebuah rumah di Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, yang ditengarai menjadi tempat praktik aborsi, Rabu (29/8). Dua wanita yang terlibat kejahatan diamankan bersama sejumlah barang bukti.

Kedua tersangka, NFT (69) pemilik rumah ditangkap atas tuduhan sebagai bidan yang melayani aborsi. Sementara tersangka lainnya, KFS (21) warga Muaratebo, Jambi merupakan pasien yang akan menggugurkan kandungan di lokasi itu.

Pelaksana harian Kabid Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, kasus ini terungkap setelah polisi mendapat informasi seorang wanita muda akan menggugurkan kandungan di Jalan Sisingamangaraja.

Diketahui KFS tengah mengandung empat bulan hasil dari perzinahan. “Informasi itu langsung kami terlusuri hingga kemudian diketahui di mana lokasi abrosi itu,” kata Nainggolan.

Dari pemeriksan diketahui kalau NFT yang merupakan penisunan PNS sudah melayani abrosi sejak enam tahun lalu. Penyidik menemukan fakta kalau selama itu tersangka sudah menggugurkan enam janin. Dalam setiap aksinya tersangka mematok biaya Rp 6 juta. “Operasi abrosi ini dijalankan tersangka sejak tahun 2012. Jadi selama enam tahun, dia sudah menerima lima pasien,” terang Nainggolan.

Aksi tersangka ini kata dia sudah bertentangan dengan Pasal 194 jo Pasal 75 ayat (2) UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman penjara maksimal sepuluh tahun, denda Rp 1 miliar dan Pasal 86 jo

Pasal 46 UU Nomor 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan dengan hukuman denda Rp 100 juta. Dalam kasus ini polisi menyita barang bukti uang Rp 5 juta, tempat tidur pasien dan peralatan medis lainnya.(mad)

Editor : bakri