Prohaba.co
BNN Kejar Aset Ibrahim Hongkong ke Aceh
Jumat, 24 Agustus 2018 11:02 WIB
* Kurir Ditangkap di Bandara SIM

MEDAN - Tersangka kepemilikan 105 kilogram sabu-sabu dan 300 butir ekstasi, Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong terindikasi memiliki sejumlah aset bernilai miliaran rupiah di Aceh dan Langkat. BNN sedang mengusut dugaan ini dan bertekad menyita seluruhnya.

Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Irjen Arman Depari mengungkapkan, indikasi ini muncul setelah pihaknya memeriksa politisi NasDem yang baru dicopot sebagai anggota DPRD Langkat itu secara intensif. Aset yang diduga berasal dari tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil perdagangan narkoba itu berupa beberapa rumah mewah dan perkebunan yang terletak di Langkat dan Aceh. Arman belum menjelaskan lokasi rinci keberadaan aset ini karena masih terus mendalaminya. “Sejak kemarin sudah ada rumah yang mulai kita geledah. Bila terbukti hasil TPPU, maka ini akan disita,” kata Arman, Kamis (23/8).

Arman menegaskan BNN cukup serius mengejar aset milik Ibrahim Hongkong. Selain untuk menelusuri jejak kejahatannya, kebijakan ini menurutnya bagian dari upaya memiskinkan para pelaku bandar narkoba. “Kita akan memiskinkan para bandar ini dengan cara menyita seluruh aset yang dibeli menggunakan uang narkoba,” tandasnya.

Diketahui Ibrahim Hongkong ditangkap saat melakukan sosialisasi bacaleg di Pangkalansusu, Langkat. Barang bukti yang diamankan antara lain sebuah kapal kayu berwarna biru, tiga karung goni diduga berisikan narkotika, mobil Fortuner Hitam BK 5 IH, uang tunai Rp 1.550.000, paspor nomor 6019 0045 3176 8511, kartu anggota DPRD Langkat atas nama Ibrahim.

Total tersangka yang ditangkap sejauh ini sudah 12 orang. Tersangka terakhir ialah Firdaus bin Sulaiman (44) ditangkap saat baru tiba dari Malaysia di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, Rabu (22/8) sore.

Firdaus merupakan kaki tangan Ibrahim Hongkong yang sudah terlibat empat kali penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia ke Aceh. BNN sendiri sempat terkecoh ketika akan menangkan Firdaus. Tersangka mengelabui petugas dengan cara melakukan check in penerbangan dari Penang, Malaysia ke Aceh. Nyatanya tersangka terbang ke Aceh melalui bandara di Kuala Lumpur.

“Secara sengaja dia membeli tiket pesawat di Penang. Tapi setelah check in, dia tidak jadi berangkat, melainkan pergi ke Kuala Lumpur. Dia sengaja mengecoh petugas,” ucap Arman.

Menurut Arman, tersangka mendapat upah Rp 80 juta setiap kali beraksi. Diketahui pula dalam jaringan ini, Ibrahim Hongkong pernah membawa sendiri sabu-sabu 55 kilogram dari Malaysia ke Langkat.(mad)


Editor : bakri