Prohaba.co
Protes Azan, Meiliana Dituntut 18 Tahun Penjara
Selasa, 14 Agustus 2018 11:12 WIB
MEDAN - Meiliana (44), terdakwa perkara penodaan agama yang memicu kerusuhan bernuansa SARA di Tanjungbalai, Sumut, dua tahun lalu dituntut dengan hukuman 18 tahun penjara dalam sidang di PN Medan, Senin (13/8).

Tuntutan terhadap Meiliana disampaikan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) di hadapan majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo. Dalam tuntutannya, jaksa menyatakan kalau wanita itu telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 156 dan Pasal 156A KUHPidana.

“Satu, menyatakan terdakwa Meliana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia,” kata Anggia Y Kesuma, salah seorang JPU.

Mendengarkan tuntutan JPU, Meiliana menangis dan menyeka air matanya. Dalam perkara ini, Meiliana didakwa telah melakukan penodaan terhadap agama Islam yang kemudian memicu peristiwa kerusuhan SARA di Tanjungbalai, dua tahun lalu.

Tuntutan ini berawal dari sikap Meilana yang meminta aktivitas di sebuah masjid di Tanjungbalai dihentikan karena dinilai berisik, 29 Juli 2016. Aksi ini memancing kemarahan umat Islam yang kemudian ditunggangi aksi-aksi provokatif yang berujung pada pembakaran enam vihara dan kelenteng.

Hakim menunda sidang hingga Kamis (16/8) untuk mendengarkan pembelaan (pledoi) terdakwa.(mad)

Editor : bakri