Prohaba.co
Dicambuk, Wanita Penjual Miras Menangis
Rabu, 8 Agustus 2018 11:55 WIB
LHOKSEUMAWE - Aisah, wanita yang menjadi tervonis dalam perkara penjualan minuman keras (Miras), menangis saat menjalani hukuman cambuk di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, Selasa (7/8). Meksipun dengan linangan air mata, namun dia tetap bertahan hingga cambukan berakhir sebanyak 22 kali.

Prosesi cambuk yang berlangsung, kemarin, dilakukan terhadap empat terpidana. Terpidana pertama, Jailani yang  terlibat dalam kasus pelecehan seks pada anak. Dia dicambuk sebanyak 26 kali. Prosesnya berjalan lancar. Begitu juga untuk terpidana kedua, Bahrum. Terpidana yang juga terlibat dalam pelecehan seks pada anak ini bisa menjalani eksekusi 22 cambuk dengan lancar

Memasuki terpidana ketiga, Aisah yang terlibat dalam perkara penjualan Miras. Dasarnya dia harus dicambuk sebanyak 22 kali. Namun saat memasuki hitungan delapan, algojo harus menghentikan cambukan, karena melihat Aisah menangis. Saat dinyatakan dia siap kembali, maka proses cambuk dilanjutkan. Meskipun terus menangis, akhirnya Aisah tetap bisa menahan cambukan hingga selesai.

Terpidana keempat, Dippos Baro, wanita non muslim yang juga  terlibat dalam perkara penjualan miras ini dicambuk sebanyak 17 kali. Prosesnya berjalan lancar. “Dengan berakhir eksekusi cambuk, maka keempat terpidana yang sebelumnya ditahan di Lembaga Permasyarakatan Klas II Lhokseumawe, langsung dibebaskan,” pungkas Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Isnawati.(bah)

Editor : bakri