Prohaba.co
Lagi, ‘Mi Agam’ Garap Anak Sendiri
Minggu, 5 Agustus 2018 10:36 WIB
* Profesi PNS di Aceh Barat

MEULABOH – Hanya hewan yang tak punya pamali ketika ‘mengerjai’ anak sendiri. Lakon mi agam itu dilakukan pria S (43), seorang warga Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Betapa tidak, S tega mencabuli anak kandungnya sendiri--sebut saja--Jingga (14) yang masih tercatat pelajar sekolah menengah di Aceh Barat.

Polisi telah mencokok S pada, Jumat (3/8), sejenak mendapat laporan dari kerabat S, yang kini trauma berat dan ‘lari’ ke Aceh Tamiang. Tidak diketahui kondisi riil rumah tangga keluarga Jingga, hingga tragedi sekaligus mimpi buruk itu menimpa gadis tanggung tersebut.

S dibekuk oleh personil Polda Aceh di sebuah desa di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

Informasi diperoleh, kemarin, kasus pencabulan oleh ayah yang berinisial S (43), seorang PNS bertugas pada sebuah Puskesmas di Aceh Barat itu, dilaporkan oleh seorang kerabat korban yang menetap di Aceh Tamiang. Sejenak mendengar tragedi miris yang menimpa Jingga, sehingga gadis tanggung itu menolak kwmbali ke Meulaboh.

Menindaklanjuti laporan itu, tim Polda Aceh melakukan koordinasi dengan Polres Aceh Barat dan Polsek Meureubo, sehingga dibekuklah tersangka S.

Setelah diberangus, ‘mi agam’ S digelandang ke Polsek Meureubo. Kepada penyidik ia akhirnya mengakui perbuatan bejatnya. Korban selama ini diancam oleh tersangka untuk tidak menceritakan ulah sang ayah.

Kasus penangkapan pelaku pencabulan itu langsung heboh, apalagi kasus tersebut saat ini tergolong tinggi di Aceh Barat. Tahun 2018 sudah 14 kasus terjadi dengan korban anak di bawah umur.

Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK didampingi Kapolsek Meureubo Ipda Erlando Maruli SH, kemarin mengatakan, tersangka ditangkap pada sebuah bengkel oleh tim Polda dibantu Polsek Meureubo. “Setelah diperiksa di Mapolsek tersangka dibawa ke Polda Aceh untuk pemeriksaan lanjutan,” katanya.

Dikatakan penangkapan oleh tim Polda Aceh setelah keluarga dari korban melaporkan ke Polda Aceh, sehingga melakukan koordinasi ke Polres Aceh Barat.

Kapolres Aceh Barat kembali mengatakan, kasus pencabulan, pemerkosaan dan pelecehan seksual dengan korban anak-anak di bawah umur tergolong tinggi di Aceh Barat. Data hingga bulan Juli 2018 yakni dari bulan Januari sudah mencapai 14 kasus. Pelaku yakni ayah kandung, kawan abang korban, tetangga korban dan orang dekat lainnya. “Kasus itu di antaranya sudah ke jaksa dan dalam penyelidikan polisi. Kasus terbaru kembali terjadi di Kecamatan Meureubo,” katanya.

Menurutnya dalam mencegah sehingga tidak meningkatnya kasus pencabulan dengan korban anak-anak di bawah umur, tim gabungan dari Polres dan Pemkab sudah melakukan sosialisasi di Kecamatan Meureubo pada pekan lalu. “Mari tingkatkan pengawasan terhadap anak, sehingga terhindar dari kasus pencabulan dan kejahatan seks lainnya,” harapnya.(riz)

Editor : bakri