Prohaba.co
Delapan Pemakai dan Pengedar Sabu-sabu Dibeureukah
Selasa, 24 Juli 2018 10:54 WIB
* Dua Napi Pemesan Sabu jadi Tersangka

TAPAKTUAN - Delapan pemakai dan pengedar narkoba dibeureukah (ditangkap-red) aparat Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Kepolisian Resor (Polres) Aceh Selatan, di waktu dan lokasi terpisah. Kedelapannya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Di Aceh Utara, penyidik Satuan Narkoba Polres setempat sudah menetapkan dua narapidana yang memesan sabu-sabu dari luar, sebagai tersangka kasus tersebut. Keduanya adalah Jufri, napi kasus narkotika asal Syamtalira Bayu, Aceh Utara dan Muslim, napi kasus penganiayaan asal Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara yang terlibat dalam kasus penganiayaan.

Dari kedelapan pria yang ditangkap Sat Narkoba Polres Aceh Selatan, lima di antaranya merupakan pemakai dan pengedar sabu-sabu. Mereka berinisial SH, AR, MA, PJ, dan HA. Selebihnya: SA, AS, dan DR terlibat mengedar dan memakai ganja. Dari mereka, polisi menyita 15,5 gram ganja dan 4,36 gram sabu-sabu.

“Pasal yang digunakan untuk masing-masing perkara ada sebagai penyalahgunaan dan ada juga sebagai pengedar. Artinya, penerapan Pasal sesuai perbuatan yang dilakukan oleh masing-masing,” ungkap Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono, saat konferensi pers yang dihadiri Wakapolres Iskandar dan Kasat Narkoba Ipda Marjuli, Senin (23/7).

Dia mengatakan, sampai saat ini perkara tersebut masih ditangani penyidik Sat Narkoba Polres Aceh Selatan. Berkasnya sedang dirampungkan dan segera dikirim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Selatan.

“Unit Opnal Sat Narkoba Polres Aceh Selatan terus menyelidiki lebih lanjut atas tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Aceh Selatan,” pungkasnya.

Sementara dua napi yang memesan sabu-sabu di Lhoksukon, ditetapkan jadi tersangka setelah penyidik Polsek Lhoksukon melimpahkan kedua napi tersebut bersama MZ (26), warga Blang Nibong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, yang mengantar sabu-sabu. Bersama mereka, polisi juga melimpahkan barang bukti berupa dua paket sabu-sabu dan uang Rp 5 juta.

Diberitakan sebelumnya, aparat Satuan Intelkam Polres Aceh Utara pada Jumat (20/7), sekira pukul 18.30 WIB, meringkus seorang pria yang hendak mengantar sabu-sabu ke Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Aceh Utara. Sabu-sabu itu dipesan oleh Jufri pada MZ, atas permintaan Muslim. Namun, Muslim meminta bantuan Az, mantan napi Rutan Lhoksukon, untuk mengambil barang tersebut. Berdasarkan keterangan polisi, Az curiga kemudian melaporkan kasus itu ke polisi.

“Benar ketiganya sudah dilimpahkan Polsek Lhoksukon ke satuan narkoba. Kemudian mereka langsung kami periksa kembali dalam kasus tersebut. “Penyidik menyelidiki apakah hanya mereka yang terlibat atau ada orang lain lagi,” ujar Kasat Narkoba Polres Aceh Utara, AKP Ildani Ilyas, kepada Prohaba, kemarin.

Disebutkan, penyidik juga sudah menetapkan kedua napi tersebut sebagai tersangka dalam kasus itu. Hingga kemarin, sudah tiga pria yang menjadi tersangka. Untuk dua napi tersebut nantinya dikembalikan lagi ke Cabang Rutan Lhoksukon untuk menjalani sisa hukuman dari kasus sebelumnya.

Sedangkan untuk MZ, ditahan di mapolres. “Nanti kalau dibutuhkan untuk diperiksa, penyidik akan menjemput dua napi itu,” kata Kasat Narkoba. Sedangkan Az masih diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Kapolsek Lhoksukon, AKP Teguh Yano Budi, menyebutkan dua napi bersama MZ sudah dilimpahkan ke Mapolres Aceh Utara untuk ditangani oleh Satuan Narkoba. Namun, Kapolsek Lhoksukon tidak menyebutkan alasan dilimpahkan kasus itu ke Mapolres. “Jadi tidak lagi ditangani di Polsek. Mungkin bisa dihubungi ke Mapolres,” pungkas Teguh.(tz/jaf)

Editor : bakri