Prohaba.co
Orang Lain yang Sakit, Adik-Abang Yang Babak Belur Dihamok
Senin, 23 Juli 2018 10:44 WIB
* Protes Penangkapan Warga Gelar Aksi ke Polres

MEULABOH - Hari gini masih saja ada orang yang percaya dengan urusan yang tak ada kaitan sama sekali. Walhasil, seorang wanita muda R (32) dan abangnya pria M (37), dua warga Desa Alue Bakong, Kecamatan Bubon, Aceh Barat, Jumat (20/7) malam, babak belur dihamok (dihajar), warga Alue Bakong yang mengeroyok keduanya. Wanita R terpaksa dilarikan ke RS Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk perawatan intensive.

Kasus pengeroyokan itu didalihkan dengan guna guna atau santet (sihe). Sederhana saja, ada seorang warga Alue Bakong menderita sakit. Entah dari mana isunya, kedua adik abang itu dituding mengguna-gunai hingga warga tersebut sakit.

Isu yang tak ada kaitan secara realistis medis itu, termakan oleh warga. Hingga abang adik itu pun dihajar secara massal. Belakangan kasis tersebut sampai ke polisi. Hamba hukum lalu mengamankan beberapa warga. Tak terima dengan tindakan polisi itu, warga mendatangi Polres Aceh Barat, memprotes penangkapan.

Padahal korban amuk mereka, wanita R masih dirawat di rumah sakit. Tak diketahui apakah ada warga yang menjenguk korban amuk itu. 

Polisi sendiri hingga siang kemarin, masih memburu para dalang amuk massa tersebut. 

Informasi diperoleh, kemarin, kasus tersebut berawal isu santet, sejenak seorang warga di desa setempat menderita sakit. Warga menduga dan mengaitkan sakit itu dengan orang tua dari pria M dan wanita R sebagai pelakunya.

Lalu sejumlah warga yang diperkirakan sekitar 20 orang, mendatangi rumah orang tua dari kedua adik abang tersebut. Awalnya ingin menemui orang tua tetapi kebetulan tidak ada di rumah, sehingga wanita R dan pria M yang ada di rumah itu langsung menjadi sasaran amukan warga pada Jumat (20/7) malam tersebut.

Wanita R dan pria M terpaksa dilarikan ke Puskesmas Layung karena mengalami luka. Namun karena kondisi wanita R yang parah sehingga pada Sabtu (21/7) dilarikan ke RS Cut Nyak Dhien Meulaboh. Sementara keluarga dari kedua warga tersebut melaporkan kasus itu ke Polsek Bubon.

Mereka menilai tuduhan sihe itu tak berdasar sama sekali. Selain itu, kedua warga tersebut menjadi korban pemukulan dan pelemparan dengan batu terhadap isi rumah korban yang ikut rusak. Polisi dari Polsek Bubon dan Polres Aceh Barat, kemarin, masih memburu pelaku dalam kasus main hakim sendiri itu.

Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, kemarin, mengakui bahwa pihaknya sedang menyelidiki kasus pengeroyokan di Kecamatan Bubon. “Benar ada laporan. Masih dalam penyelidikan kita,” katanya.

Dikatakannya dalam mengusut kasus itu, selain memeriksa pelapor, polisi masih mencari pelaku untuk diproses sesuai hukum berlaku. Dalam kasus ini sempat berembus kabar kasus itu berawal adanya isu santet. Namun seharusnya tidak main hakim sendiri apalagi orang yang menjadi korban yang kini terpaksa dirawat di rumah sakit.

Sementara itu sekitar 120 warga Alue Bakong Kecamatan Bubon, Aceh Barat, Minggu sekira pukul 15.00 WIB, mendatangi Mapolres melancarkan protes terhadap penangkapan sejumlah warga dalam kasus tersebut. Aksi warga itu sehingga ratusan personel polisi terpaksa siaga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Aksi warga diterima Kapolres AKBP Raden Bobby Aria Prakasa. Setelah menyampaikan orasi dan aspirasi, akhirnya diberikan penjelasan oleh Kapolres sehingga sekitar pukul 16.30 WIB, massa kembali membubarkan diri. Massa yang datang dengan mobil bak terbuka itu akhirnya dikawal oleh mobil polisi kembali ke desa mereka sekitar 30 kilometer dari Meulaboh.(riz)


Editor : bakri