Prohaba.co
Nginap Di Rumah Janda, Pria Meureudu Digerebek
Jumat, 20 Juli 2018 11:20 WIB
LANGSA -  Polisi Wilayatul Hisbah (WH) dan Front Pembela Islam (FPI) Langsa yang melakukan razia bersama, Rabu (18/7) malam, menggerebek pasangan khalwat janda bwranak satu dan pria beristri di Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro. 

Indetitas pelaku lelaki adalah YS (35) warga Meureudu, Pidie Jaya, dan pasangan perempuannya NF (43), warga Gampong Birem Puntong. Saat diinterogasi lebih jauh, pasangan itu mengaku telah melakukan hal terlarang, sebelum keburu digerebek.

Kepala Dinas Syariat Islam Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, kepada Prohaba, Kamis (19/7) menyebutkan, pasangan haram tanpa ikatan nikah ini digerebek tim gabungan WH, FPI, dan sejumlah Ormas Islam, dan warga di rumah janda NF, Rabu (18/7) tengah malam.

Untuk menghindari hal tak diinginkan, malam itu juga pria YF yang sudah beranak bini, warga Pidie Jaya dan janda NF langsung diamankan ke Kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa. Hingga kemarin, keduanya masih menjalani proses pemeriksaan di kantor tersebut. “Mereka sampai dengan hari ini (kemarin-red) masih kita proses sesuai ketentuan syariat Islam yang berlaku. Kita masih menunggu kedatangan pihak keluarga laki laki dari Meureudu, Pidie Jaya,” sebutnya.

Ibrahim Latif menambahkan, kepada petugas pasangan nonmuhrim tersebut mengakui telah  berulang kali melakukan aksi layaknya suami istri. Perbuatan mereka tidak bisa ditolerir dan akan diproses sesuai Qanun Syariat Islam.

Selain itu, timpal Kepala Dinas Syariat Islam tersebut, untuk membebaskan wilayah kota Langsa dari  berbagai perbuatan maksiat, sesuai komitmen polisi WH, Dinas Syariat Islam, bekerjasama dengan FPI dan Ormas Islam lainnya, akan terus menggencarkan razia di malam hari. 

Sejumlah rumah kos-kosan yang diduga ada praktek mesum di wilayah ini akan tetap digerebek. Jika ada masyarakat mengetahui perbuatan maksiat, baik zina maupun judi, diharapkan melaporkan kepada petugas untuk diambil tindakan tegas. 

Selain merazia tempat tempat yang diduga terjadi lapak mesum, pihak Dinas Syariat Islam, WH, FPI, dan Ormas Islam dalam berapa hari terakhir ini juga menggencarkan razia terhadap warnet-warnet yang diduga ada praktek judi online. “Kita berharap kepada semua pihak untuk mendukung upaya yang kita lakukan ini, yaitu membersihkan wilayah Kota Langsa dari berbagai aksi maksiat yang sudah makin merajalela,” tutup Ibrahim latif.(zb)

Editor : bakri