Prohaba.co
Polisi Temukan Tersangka Pembunuh Putri Andrani
Rabu, 18 Juli 2018 10:31 WIB
* Insiden Tahun 2013

LHOKSEUMAWE - Penyidik Polres Lhokseumawe akhirnya berhasil menemukan tersangka pembunuh Putri Andriani (20) gadis asal Desa Rayeuk Meunye, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara.

Sebelumnya, jenazah Putri ditemukan di kawasan Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Rabu, 10 Agustus 2013. Tersangka pembunuhan gadis tersebut saat ini sedang ditahan di Lembaga Permasyarakatan (LP) Klas I Palembang, Sumatera Selatan, dalam kasus narkoba.

Sebagaimana pernah diberitakan, jenazah Putri ditemukan di kawasan Jeulikat Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, pada 10 Agustus 2013 dengan luka tusukan di bagian dada dan memar di kepalanya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha, kemarin, menjelaskan, setelah ditemukan jenazah korban kala itu, pihaknya mulai melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya.

Sehingga, pada 21 Agustus 2013, atau sekitar 11 hari setelah penemuan jenazah, pihaknya pun berhasil mendeteksi tersangkanya, yakni His, pria asal Nibong, Aceh Utara. Selanjutnya, polisi pun langsung berupaya mencari tersangka, namun tidak ditemukan. “Sehingga tersangka kita tetapkan sebagai DPO,” urai AKP Budi.

Meskipun kejadiannya sudah berlangsung lima tahun lalu, pihaknya tetap berupaya mencari His. Sehingga sekarang sudah diketahui kalau His telah ditahan di LP Klas I Palembang dalam kasus narkoba. Dia divonis 20 tahun, dan saat ini sudah menjalani hukuman selama dua tahun. “Kita juga sempat berkoordinasi dengan pihak LP di Palembang, guna memastikan kalau His berada di LP tersebut,” katanya.

Menindaklanjuti hal ini, maka pihaknya kini telah menyurati Direktur Jenderal Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI di Jakarta pusat, guna meminta persetujuan, agar penahanan His bisa dipindahkan ke LP Klas II Lhokseumawe, agar memudahkan penyidik untuk menyelesaikan kasus pembunuhan terhadap Putri. “Posisi kita sekarang sedang menunggu persetujuan Direktur Jenderal Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI untuk pemindahan tersangka. Bila sudah ada persetujuan, maka tim kami langsung berangkat untuk penjemputan His ke Palembang,” demikian AKP Budi.(bah)

Editor : bakri