Prohaba.co
Lagi, Pencabul Anak Dibekuk
Selasa, 17 Juli 2018 10:08 WIB

* Selama 2018 Polisi Tangani 14 Kasus

* Hari Ini Adakan Pertemuan dengan Pemkab

MEULABOH - Kasus pencabulan dengan korban anak di bawah umur hingga kini terus terjadi di Aceh Barat. Kasus terbaru kembali terungkap di sebuah desa di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Korban, sebut saja Jingga (6) yang dicabuli oleh A (27), tetangganya sendiri.

Kasus tersebut bermula saat Jingga sedang bermain-main. Tiba-tiba, dia dipanggil oleh A. Setelah keduanya duduk, A yang masih lajang menarik Jingga dan langsung melakukan pelecehan seksual terhadap korban. Kasus itu telah terjadi dua kali, pada 3 dan 4 Juli 2018 lalu.

Karena Jingga merasa sakit di bagian kemaluannya, dia pun melaporkan ke orang tuanya. Kasus ini berlanjut ke Polres Aceh Barat.

Pada Sabtu malam lalu, A dibekuk polisi pada sebuah tempat di Aceh Barat. Kemudian, dia digelandang ke Mapolres untuk mempertangungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, mengatakan mendapat laporan dari orang tua Jingga, polisi langsung mencari A. “Tak lama kemudian, dia pun ditangkap,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

KBO Reskrim Polres Aceh Barat, Ipda Pangabean, mengungkapkan A dijerat Pasal 47 Qanun Aceh, tentang Hukum Jinayat. Ancamannya, dicambuk di depan umum 90 kali cambuk atau denda 900 gram emas murni atau penjara 90 bulan. “Kasus ini masih kami dalami. Kami masih menelusuri apakah ada korban lain di kasus ini,” katanya.

Panggabean membeberkan, kasus pencabulan, pelecehan seksual, dan pemerkosaan dengan korban anak di bawah umur, cukup tinggi di Aceh Barat. Pada 2018, hingga Juli sudah 14 kasus yang terjadi. Jumlah korban pun sekitar 20 orang.

Kasus-kasus tersebut sebagian sudah dilimpahkan ke jaksa dan diteruskan ke pengadilan. Sedangkan perampungan berkas perkara di Mapolres, masih ada tiga kasus. Terbaru kasus yang dilakukan oleh A yang juga warga Kecamatan Meureubo. “Bila dibandingkan 2017, tahun ini cukup tinggi sehingga semakin meresahkan,” jelasnya.

Sementara itu, Polres Aceh Barat sudah menjadwalkan memanggil sejumlah dinas terkait di Pemkab, untuk menekan angka tersebut. Dinas yang akan dipanggil yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial, serta Lembaga Pemerhati Anak.

“Polres sudah menjadwalkan perlu adanya pertemuan terkait kasus pencabulan yang terus terjadi di Aceh Barat ini,” katanya.

Panggabean mengharapkan, pertemuan itu mendapat terobosan dari Pemkab serta lembaga lain, sehingga kasus serupa tak terus terjadi. “Apalagi korban merupakan anak-anak di bawah umur yang merupakan generasi bangsa dan negara ke depan. Perlu dilakukan pencegahan dan antisapasi,” katanya.(riz)


Editor : bakri