Prohaba.co
Puluhan Rumah Diterjang Banjir dan Puting Beliung
Selasa, 10 Juli 2018 11:28 WIB
* Cuaca Buruk Melanda Medan

MEDAN – Puluhan rumah di Medan terendam banjir dan sebagiannya lagi rusak akibat diterjang angin puting beliung yang melanda Medan, Minggu (8/7) malam. BMKG memprediksi cuaca ekstrem ini masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.

Data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan kerusakan rumah akibat puting beliung menerpa 61 unit rumah  di empat kecamatan. Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Medan Marelan setelah tercatat ada 40 unit rumah yang atapnya diterbangkan angin. Selanjutnya Medan Labuhan enam unit rumah, Medan Deli 15 unit, dan Medan Johor dua unit. 

Umumnya rumah ini mengalami kerusakan di bagian atap. “Kerusakannya sama, atap rumah diterbangkan angin puting beliung,” kata Manajer Pusdalops BPBD Medan, M Yunus, Senin (9/7).

Serbuan angin kencang disertai hujan deras ini juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang. BPBD mencatat ada sembilan titik yang menjadi sasaran pohon tumbang. “Ada tiga mobil yang tertimpa pohon tumbang. Menyangkut korban jiwa untuk sementara belum ada laporan,” sambung Yunus.

Sementara hujan deras menyebabkan seputaran Padangbulan, Medan Baru tidak bisa dilalui pada Senin (9/7) pagi. Ketinggian air membuat Jalan Jamin Ginting dan Jalan Dr Mansyur ditutup sementara. 

Satuan Lantas Polrestabes Medan langsung merekayasa arus lalu lintas untuk menghindari kendaraan terjebak banjir. “Rumah di bantaran Sungai Deli juga banyak yang terendam, jumlahnya mencapai puluhan,” ucap Yunus.

Kepala Bidang Informasi dan Data BMKG Wilayah I Medan, Syahnan menjelaskan fenomena alam ini terjadi akibat anomali SST di Pantai Barat Sumatera Utara lebih hangat 0,5-1,0 DC dari normalnya, sehingga mengindikasikan adanya panambahan uap air yang cukup tinggi di wilayah tersebut, yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Sumatera utara.

“Adanya gangguan berupa belokan angin dan konvergensi di Pantai Timur Sumatera Utara, disebabkan oleh adanya pusat tekanan rendah di Laut Cina Selatan yang memicu pertumbuhan awan-awan hujan,” kata Syahnan, Senin (9/7).

Menurutnya cuaca ekstrim ini diprakirakan akan bertahan dua sampai tiga hari ke depan. BMKG menghimbau agar masyarakat yang berada di daerah aliran sungai lebih waspada terhadap potensi banjir. Sementara di daerah pegunungan agar lebih waspada terhadap potensi longsor dan di perkotaan waspada terhadap potensi angin kencang dan genangan air.(mad)

Editor : bakri