Prohaba.co
Lagi, Pencabul Bocah Dicokok
Senin, 9 Juli 2018 11:33 WIB
* Dalih Ada Pacat di Celana Korban

MEULABOH - Kasus pencabulan dengan korban anak di bawah umur masih terus terjadi di Aceh Barat. Kasus terbaru, polisi di kabupaten itu kembali mencokok pria M (31). Warga salah satu desa di Kecamatan Johan Pahlawan itu dituduh mencabuli bocah yang juga penduduk kecamatan sama.

Sebelumnya, polisi juga mencokok pria AR (26) dalam kasus cabul, dengan korban asal Kecamatan Meureubo. Informasi diperoleh Prohaba, Minggu (8/7), M dibekuk sepekan lalu. Namun, polisi belum mempublis penangkapan tersebut untuk memastikan jumlah korban. Setelah ditelusuri, ternyata korban berjumlah tiga orang yang semua rata-rata masih berumur 6 tahun. Mereka adalah Jingga, Mawar, dan Melati--bukan nama sebenarnya.

M diciduk polisi setelah satu dari orang tua korban melaporkan kasus itu ke Polres. Berbekal aduan itu, pria sudah memiliki istri tersebut ditangkap. Dia pun digelandang ke Mapolres Aceh Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ulah bejat M dilakukan pada akhir Juni 2018 lalu.  Saat melancarkan aksi bejatnya, M melewati depan rumah korban di sebuah desa di Johan Pahlawan. M mengungkapkan kepada calon korbannya, ada pacat di dalam celana korban. Dengan ketakutan, bocah itu membuka celananya. Kemudian, M membawa korban ke dalam rumah. Sehingga, M dengan mudah berbuat cabul dengan tangannya.

Diduga, M sudah mengetahui pada jam tertentu orang tua korban tidak di rumah. Ternyata, M juga melakukan kasus tersebut terhadap dua anak lain, yang rumahnya berdekatan dengan rumah korban pertama. Namun, harinya berbeda.

Karena merasa sakit pada alat kelaminnya, korban pun menceritakan perihal yang dialami kepada orang tuanya. Saat itu juga, orang tua korban melaporkan M ke polisi. “Dari pemeriksaan, ternyata jumlah korban mencapai tiga orang,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, didampingi KBO Reskrim Ipda P Pangabean, kemarin.

Dia mengatakan, M dijerat Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6/2014, tentang Hukum Jinayat. Pelaku diancam cambuk 90 kali atau denda 900 gram emas murni atau penjara 90 bulan. “Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur saat ini cukup tinggi di Aceh Barat,” katanya.

Saat ini saja, kata Bobby, ada dua kasus yang masih perampungan pemeriksaan untuk dilimpahkan ke jaksa. Sedangkan yang lain sudah dilimpahkan ke jaksa.

Kedua kasus itu, kasus kakek umur 70 tahun mencabuli cucunya sendiri dan satu lagi kasus pria 26 tahun mencabuli seorang bocah. “Kasus pencabulan biasanya dilakukan orang dekat dengan korban atau kenal dengan keluarga korban,” pungkas Bobby.(riz)

Editor : bakri