Prohaba.co
Bang Napi Mesum Dalam Ambulans Rusak
Minggu, 8 Juli 2018 13:04 WIB
SINABANG - Seorang narapidana di Cabang Rumah Tahanan Negara (rutan) Sinabang, berinisial SA (29), tertangkap basah sedang berkhalwat dengan seorang perempuan, HU (25) di dalam ambulans rusak, yang terparkir di halaman belakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue, tak jauh dari kamar jenazah.

Pasangan nonmuhrim itu diamankan petugas, Sabtu (7/7) dini hari sekitar pukul 01:00 WIB. Lalu diserahkan ke Mapolres Simeulue sekitar pukul 05:00 WIB. Pasangan haram itu keduanya tercatat sebagai warga Simeulue.

Pencidukan pasangan yang diduga telah melanggar hukum syariat itu, berawal dari kecurigaan masyarakat yang melihat seorang perempuan yang diikuti seorang laki-laki, berjalan ke arah belakang halaman RSUD.

Saat itu juga langsung disampaikan ke petugas Satpam rumah sakit, lalu meneruskan laporan itu ke petugas Satpol PP dan WH. “Iya, sudah kita amankan di Mapolres Simeulue, untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kasatreskrim Polres Simeulue, Iptu Muhammad Khalil, Sabtu kemarin.

Saat diamankan, posisi SA saat itu sudah tidak memakai busana di dalam ambulans rusak tersebut.

Secara terpisah, Kepala Cabang Rutan Sinabang, Suparman, yang dikonfirmasi Serambi mengakui seorang pelaku merupakan narapidana yang saat ini sedang menjalani hukumannya. Namun demikian, Suparman tidak mengetahui seorang narapidana itu bisa diizinkan keluar oleh petugas jaga. “Tanpa sepengetahuan saya diizinkan keluar (rutan). Yang mengizinkannya keluar petugas jaga,” katanya.

Atas perbuatan mengizinkan narapidana keluar rutan, menurut Suparman, itu merupakan sebuah pelanggaran dan persoalan itu sudah ia laporkan ke atasanya. “Ada tiga orang petugas jaga. Tanpa seizin saya mereka keluarkan narapidana itu,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan para petugas jaga, lanjutnya, narapidana itu meminta izin untuk mengantar buah ke rumah sakit, lantaran ada keluarganya yang sakit.

Dijelaskan, narapidana yang keluar rutan lalu ditangkap karena berkhalwat itu, merupakan terpidana dalam kasus narkotika yang dihukum selama empat tahun penjara. Saat ini yang bersangkutan masih dalam tahap pengusulan pembebasan bersyarat (PB).(sm)

Editor : bakri