Prohaba.co
Penangkapan Jenglot Hebohkan Warga di Aceh Timur
Minggu, 24 Juni 2018 10:20 WIB
IDI - Masyarakat Aceh Timur, dihebohkan dengan informasi tertangkapnya mahluk halus sejenis Jenglot di salah satu dusun di Gampong Alue Siwah Serdang, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, Rabu (20/6) sekitar pukul 23.40 WIB.

Kronologis penangkapan yang beredar dalam group whatsapp, Jenglot tersebut ditangkap oleh Sudarno (40) warga Dusun Simpang Mangga Dua, Gampong Alue Siwah Serdang, Nurussalam, Aceh Timur.

Sejumlah warga Alue Siwah Serdang membenarkan adanya penangkapan Jenglot di gampong tersebut dua hari sebelum Idul Fitri 1439 H. Sudarno merupakan seorang tauke karet. Rumahnya disekat dua, satu untuk gudang karet, dan satu lagi untuk berjualan sembako.

“Sudah sekitar tiga tahun Sudarno sering kehilangan uang, sehingga ia cari orang pintar untuk menangkap Jenglot tersebut,” ungkap sumber terpercaya kepada Serambi.

Menurutnyam Jenglot merupakan sejenis boneka yang bisa hidup berdasarkan pesugihan atau pujaan untuk melakukan misi-misi yang tidak baik. Jenglot tersebut berambut panjang, memiliki dua taring, dua tangan yang disertai lima kuku, dan dua kaki disertai empat kuku. 

Dalam kronologis yang beredar di group whatsapp, tidak hanya Sudarno menjadi korban yang sering kehilangan uang, tetapi juga terdapat warga lainnya.

Atas keluhan warga yang memprihatinkan ini sehingga Sudarno berusaha mengungkap dalang di balik kehilangan tersebut. Caranya Sudarno membeli minyak sembilan wali seharga Rp 4,1 juta.

Kemudian Kamis (21/6) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Sudarno bersama temannya Anto (40) asal Lubuk Pakam, Sumut, meletakkan minyak sembilan wali tersebut di dalam piring kaca tepat di depan rumahnya.

Tak lama kemudian, muncullah mahluk halus berupa Jenglot yang sudah lengket di piring yang terisi minyak sembilan wali. Lalu Sudarno dan temannya menghampiri piring tersebut dan mengikat kaki jenglot menggunakan benang warna biru yang telah diberikan doa.

Menurut informasi, untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan Jenglot tersebut telah dibawa ke daerah Binjei (Sumut). Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, melalui Kapolsek Nurussalam, Iptu Soegiono, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kebenaran terkait penangkapan Jenglot tersebut.

“Karena kami belum dapat informasi terkait penangkapan Jenglot tersebut,” kata Iptu Soegiono kepada Serambi, Sabtu (23/6/2018).

“Barang itu (Jenglot) sudah tidak ada di sini, langsung di bawa ke Binjai. Nah ini yang perlu kami tanyakan dulu, benar atau tidak penangkapan Jenglot itu,” jelas Soegiono.

“Jenglot itu dibawa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti itu informasi terakhir yang kita peroleh. Tapi apakah benar atau tidak ada ditangkapnya Jenglot itu kita belum tahu, karena kita belum melihat langsung,” jelas Soegiono.

Penangkapan Jenglot ini, kata Soegiono, masih diragukan kebenarannya. Orang menemukan Jenglot itu mengatakan bahwa Jenglot itu peliharaan seseorang, hal ini dapat dikhawatirkan dapat menimbulkan fitnah. 

“Saya akan konfirmasi keuchiknya untuk memastikan cerita sebenarnya. Sejauh ini kita masih meragukan kebenarannya. Karena kita belum mendapatkan sumber yang pasti, jangan sampai persoalan ini menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat,” papar Soegiono. (c49)

Editor : bakri