Prohaba.co
Kakek Cabuli Cucu Sendiri
Kamis, 21 Juni 2018 10:27 WIB
MEULABOH - Seorang pria renta, N (70), warga sebuah desa di Kecamatan Meureubo Aceh Barat, Selasa (19/6) petang, dicokok personil Polres Aceh Barat. Pria yang hari-hari sebagai petani itu tega mencabuli cucu sendiri--sebut saja--Jingga (14), kala sang cucu ditampung di rumahnya. 

Informasi diperoleh Prohaba, Rabu (20/6) kemarin, penangkapan pria renta N, sejenak polisi menerima laporan ayah dari Jingga yang selama ini bekerja di Nagan Raya.

Gadis kecil itu selama ini sudah tidak memiliki ibu lagi karena meninggal dunia, tinggal dengan sang kakek. Namun tanpa diduga sang kakek malah menggerayangi cuc8unya nan malang itu. Jingga sendiri kini masih tercatat sebagai siswi sekolah di sebuah SMP di Aceh Barat.

Mendapat laporan dari ayah korban, polisi bergerak cepat sehingga melakukan penangkapan. Proses penangkapan dipimpin KBO Reskrim Ipda P Pangabean bersama tim Polsek Meureubo. Lelaki N dicokok dari sebuah kebun tempat selama ini ia bertani. Pria yang sudah lanjut atau uzur itu tidak melakukan perlawanan dan dibawa ke Polres untuk proses hukum lebih lanjut.

Dari pemeriksaan awal, sang kakek mengaku memang melakukan hal terlarang terhadap gadis imut Jingga yang tak lain cucunya sedniri.

Selama ini sang kakek mengancam Jingga supaya tidak memberitahukan kepada siapa pun sehingga membuat korban takut. Namun karena sudah tidak tahan serta sang ayah pulang ke rumah, korban akhirnya menceritakan tragedi yang ia alami pada sang ayah.

Tak menduga darah dagingnya diperlakukan seperti itu, ayah dari Jingga langsung melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa didampingi KBO Reskrim Ipda P Pangabedan, kepada wartawan mengatakan, penangkapan tersangka setelah mendapat laporan dari orang tua korban. “Pelaku mengakui perbuatannya,” katanya.

Dikatakannya kasus tersebut masih didalami penyidik untuk memastikan proses hukum lebih lanjut, termasuk menunggu visum dari dokter. “Masih terus kita dalami. Untuk jumlah korban sejauh ini satu orang yakni cucunya sendiri,” ujarnya.

Tersangka N kata kapolres dijerat dengan Qanun Aceh tentang Hukum Jinayart pasal 48 dengan ancaman minimal 100 kali cambuk dan maksimal 200 kali cambuk atau denda emas murni 150 gram atau penjara maksimal 200 bulan. “Tersangka sudah kita tahan,” jelasnya.

Kapolres kembali mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan yang akhir-akhir ini meningkatnya kasus pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang pelaku adalah orang-orang dekat dengan korban.(riz)

Editor : bakri