Prohaba.co
Mayat Ateng Tewas Tergantung
Minggu, 10 Juni 2018 09:38 WIB
* Membusuk dan Dimakan Biawak

LHOKSUKON – Warga Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara digegerkan dengan temuan mayat seorang pria paruh baya, tergantung di pohon dengan sehelai kain sarung motif kotak kotak warna coklat, Jumat (8/6) sore.

Belakangan diketahui korban adalah Aiyub alias Ateng Bin M Nafi (35) warga Gampong Meunasah Mancang AB Kecamatan Lhoksukon. Tubuh korban yang sudah membusuk saat ditemukan tidak utuh lagi karena sudah dimakan biawak.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah, kemarin menyebutkan, korban ditemukan tergantung oleh saksi Usman Bin Ibrahim (50) warga Desa Alue Buket Kecamatan Lhoksukon. Ketika itu korban hendak pergi ke kebunnya yang tak jauh dari rumahnya. “Saat saksi sampai di kebun miliknya, saksi melihat binatang biawak yang besar sedang melahap seonggok makanan yang sudah membusuk. Lalu setelah mengusirnya  saksi mencium aroma yang sudah membusuk, selanjutnkan saksi mencari tahu asal aroma busuk tersebut,” ujar Kasat Reskrim.

Tak lama kemudian, saksi menemukan seorang jasad yang telah membusuk dengan posisinya tergantung di dahan pohon, pinggiran tanggul dengan mengunakan seheleai kain. “Lalu saksi segera pulang untuk melaporkan kejadian ke keuchik. Lalu informasi tersebut langsung tersiar sampai ke polisi,” katanya.

Disebutkan, warga yakin mayat tersebut adalah adalah Aiyub, dari ciri-criri dan celana serta kain yang digunakan. Selain itu juga diperkuat dengan pengakuan orang tua korban.

Belakangan juga berhembus rumors jika korban pernah terjebak urusan rumah tangganya yang sempat kisruh. Bahkan sumber itu menyebutkan korban pernah mencoba bunuh diri pada 25 Mei lalu di sungai dengan cara menanggelamkan dirinya. “Setelah rencana tersebut gagal, korban tak terlihat lagi. Sehingga kemarin baru didapat informasi korban ditemukan sudah jadi mayat,” ujar Kasat Reskrim.

Tim Inafis Polres Aceh Utara langsung ke lokasi setelah kejadian itu untuk mengumpulkan keterangan dan barang bukti di lokasi kejadian, lalu mengevakuasi mayat korban ke rumah orang tuanya. “Pihak keluarga korban menolak divisum dan diautopsi untuk diketahui penyebab kematian korban. Karena itu tadi pihak keluarga langsung meneken berita acara penolakan visum. Sebab pihak keluarga meyakini korban adalah bunuh diri,” katanya Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim kepada Serambi menyebutkan korban pernah dihukum dalam kasus kekerasan dalm rumah tangga (KDRT), sehingga sempat menjalani hukuman di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Lhoksukon beberapa waktu. “Korban sempat berusaha bunuh diri dua kali, juga berhasi digagalkan petugas,” kata Kasat Reskrim. Selama ini korban juga pernah mengalami depresi berat, tapi belum diketahui pasti penyebabnya.(jaf) 


Editor : bakri