Prohaba.co
Seorang Pejabat Pijay Positif Sabu
Kamis, 7 Juni 2018 11:29 WIB
* Hasil Tes Urine

MEUREUDU - Sebanyak 135 orang pejabat esalon II dan III termasuk camat dan sekcam di lingkungan Pemkab Pidie Jaya (Pijay), Selasa (5/6), menjalani tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Pijay.

Data terpercaya menyebutkan, dari semua yang dites urine, seorang  diantaranya dinyatakan teridentifikasi positif (+) sabu-sabu. Sementara puluhan pejabat yang belum melaksanakan hal sama segera menyusul.   

Tes berlangsung di Meuligoe Bupati Pijay, sejak pagi hingga menjelang siang. Test diawali Pj Bupati, H Kamaruddin Andalah S.Sos, MSi bersama  Sekdakab Pijay, Drs H Abd Rahman SE, MM dan disusul para asisten.

Setelah selesainya para pejabat esalon II dan III, giliran tes berikutnya adalah kepala seksi hingga staf atau semua aparatur sipil negara (ASN) lainnya. Hanya saja jadwalnya tidak diberitahukan jauh-jauh hari, tapi akan disampaikan sehari sebelum uji dimaksud digelar. 

Sekitar dua tahun silam, tes urine juga sudah pernah dilakukan BNN di ruang kerja Sekdakab setempat, tapi jumlahnya sangat terbatas. Kepala BNN Pijay, Dra Nurdaidah, mengatakan bahwa tes urine bagi ASN dimaksudkan untuk  mengetahui ada atau tidaknya para abdi negara mengkonsumsi narkoba, sabu-sabu dan jenis barang terlarang lainnya.

Sesuai petunjuk, lanjut Nurdaidah, kegiatan seperti itu akan terus berlanjut minimal setiap enam bulan sekali.

Beberapa pejabat eselon II dan III secara terpisah mengaku senang atau menyambut baik uji yang dilakukan seperti itu. “Bagi saya pribadi sama sekali tak ada masalah bahkan menyambut baik dan senang jika urine saya minta di tes,” kata Sulaiman Aji S,Sos, MM, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Nada sama juga disampaikan beberapa pejabat esalon III lainnya. Malah mereka menginginkan tes harus rutin minimal setahun sekali.

PJs Bupati Pijay, Kamaruddin Andalah yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan yang dilakukan BNN.

Hal itu dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana kaitan jajaran ASN Pijay terhadap barang terlarang itu. Apalagi telah diatur dalam PP tersendiri. Yaitu, PP No 11 Tahun 2017 tentang manajemen ASN dan PP No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN.

Dari hasil tes itulah akan diketahui yang sebenarnya ada atau tidaknya mereka mengkonsumsi narkoba atau sabu-sabu. Baginya, tak ada negosiasi sama sekali jika ASN terbukti mengkonsumsi narkoba. “Biarlah aturan yang mengaturnya,” papar Pj Bupati.(ag) 

Editor : bakri