Prohaba.co
Tiga Bersaudara Lakukan Pembunuhan Berantai
Rabu, 6 Juni 2018 12:02 WIB
* Berdalih Bisikan Gaib

MEDAN – Hanya gara gara mengaku mendapat bisikan gaib, tiga nyawa melayang sia-sia. Eksekusi maut itu dilakukan tiga orang yang masih memiliki hubungan kerabat dengan korban, di Kabupaten Mandailingnatal (Madina), Sumatera Utara.

Ketiga korban eksekusi itu adalah, Risma Lubis (26), Dedi (16) dan bayi mungil Tiara yang baru berusia enam bulan. Jasad para korban itu ditemukan secara terpisah. Awalnya warga menemukan jasad Risma tanpa mengenakan busana di areal perkebunan sawit yang tidak begitu jauh dari kediaman korban di Desa Lubukkancah, Kecamatan Rantobaek, Madina, Kamis (31/5).

Sehari kemudian di lokasi yang sama warga kembali dikejutkan dengan temuan mayat yang belakangan teridentifikasi sebagai Dedi (16). Sementara Tiara, bayi perempuan enam bulan ini jasadnya dihanyutkan ke Sungai Batangbangko dan baru ditemukan pada Minggu (3/6). Polres Madina saat ini sudah menahan tiga tersangka, A, B dan MK.

Ketiga tersangka ternyata juga penduduk Desa Lubukkancah dan masih memiliki hubungan kerabat dengan seluruh korban. “Seluruh korban dan tersangka masih bersaudara. Ada yang sepupu, ada yang tutur paman dan keponakan,” kata Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji, Selas (5/6).

Polisi sendiri belum menemukan motif pembunuhan berantai ini. Dalam pemeriksaan ketiga tersangka terkesan menunjukkan sikap labil. Ketiganya hanya menyebut mendapat bisikan gaib sebelum menghabisi tiga saudaranya. “Bisikan gaib, itu saja yang dibilang pelaku secara berulang-ulang,” lanjut Irsan.

Pembunuhan ini terjadi ketika rombongan pelaku dan korban berjumlah 10 orang mengungsi ke daerah perbukitan. Pengungsian ini sendiri diawali bisikan gaib yang diterima tersangka M mengenai bencana besar yang menghantam perkampungan mereka pada 15 Ramadhan.

Namun dalam perjalanan, M bersama dua saudaranya justu menganiaya Risma, Dedi dan Tiara hingga tewas. Sedangkan empat anggota rombongan lainnya memilih kabur dan melaporkan kasus itu kepada warga. “Empat orang yang ikut mengungsi itu sekarang sedang dimintai keterangan sebagai saksi. Mereka tahu pembunuhan itu, tapi tidak setuju, makanya memisahkan diri dari tersangka,” jelas Irsan.

Namun Irsan memastikan pihaknya tidak begitu saja memercayai pengakuan tersangka tentang bisikan gaib. Penyidik saat ini masih terus mendalami pemeriksaan untuk mengungkap motif sebenarnya pada kasus ini. Tak tertutup kemungkinan ketiga tersangka akan dibawa ke Medan untuk menjalani tes kejiwaan.(mad)

Editor : bakri