Prohaba.co
BNN Musnahkan 23 Kg Sabu Jaringan Internasional
Kamis, 31 Mei 2018 11:33 WIB
BANDA ACEH - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Rabu (30/5) siang, memusnahkan sabu-sabu seberat 23,5 kilogram dengan estimasi nilai puluhan miliar rupiah. Pemusnahan barang bukti (BB) narkotika yang dilakukan di Kantor BNNP Aceh itu, merupakah hasil tangkapan, pada Minggu, 1 April 2018 lalu, di Desa Cot Manyang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

Pada prosesi pemusnahan 23,5 kg sabu yang dikemas dalam bungkusan teh China itu, petugas ikut menghadirkan tiga tersangka yang ikut ditangkap pada saat itu dan disinyalir mereka bagian jaringan internasional Aceh-Malaysia. Pemusnahan itu diawali dengan cara petugas menguji keaslian sabu-sabu berbentuk kristal tersebut. Lalu dilarutkan bersama alkohol, air dan cairan kimia. Selanjutnya baru dihancurkan dengan cara diblender.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser MH, menjelaskan penangkapan sabu-sabu 23,5 itu, dilakukan tim gabungan, melibatkan BNN RI dan BNNP Aceh serta Bea Cukai di lokasi terpisah. “Para tersangka yang kita hadirkan ini masih memiliki hubungan kuat dengan sindikat jaringan sebelumnya yang pernah kita tangkap. Ketiganya berasal dari Aceh Utara,” kata jendral bintang satu ini.

Penyelundupan itu pun lanjutnya dilakukan di laut saat para tersangka menjemput ke kapal besar, menggunakan boat milik nelayan. Penangkapan pertama dilakukan terhadap Munzir, di Gampong Cot Manyang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. 

Dari penangkapan tersangka Munzir, petugas mengamankan BB 23 kg (23,5 kg) atau 23 bungkusan sabu-sabu dalam kemasan teh China. 

Lalu, pengembangan yang dilakukan, petugas kembali meringkus dua tersangka lainnya, yakni Zahari dan Mulyadi alias Adam. 

Dari penelusuran itu pun petugas memperoleh dua nama tersangka lainnya yang menjadi ‘sutradara’ atau otak penyeludupan dan keduanya saat ini masih diburu dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Keduanya adalah, Jay dan Mahyeddin. “Sabu-sabu ini bagian jaringan internasional dan rangkaiannya kemungkinan memiliki kaitan barang-barang ini dari China. Intinya, kita tidak akan mentolerir dengan apa yang dilakukan para tersangka ini,” pungkas Brigjen Faisal. 

Kepala BNNP Aceh ini menjelaskan, banyaknya jalur tikus di sepanjang perairan Aceh, mendorong aktivitas peredaran narkoba begitu mudah masuk ke Aceh, terutama dari negara tetangga, Malaysia. “Perlu kerjasama semua pihak untuk bisa mengawasi jalur laut kita. Karena tren para bandar sabu-sabu ini, sudah menyelundupkan lewat jalur laut,” pungkas Faisal. 

Pada pemusnahan sabu-sabu itu hadir Wali Kota Banda Aceh, BPOM, pihak kepolisian dan perwakilan kejaksaan. 

Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE.Ak mengungkapkan, pihaknya memiliki komitmen kuat untuk memberantas narkoba dan memutuskan mata rantai peredaran narkoba di Banda Aceh. Karena itu semua pihak harus memiliki peran dan tanggung jawab untuk menyelamatkan Aceh dan generasi muda ke depan. “Di sisi lain Pemko Banda Aceh saat ini juga gencar melaksanakan berbagai aktivitas kepada remaja dan pemuda di Kota Banda Aceh, seperti kegiatan olah raga dan keagamaan,” pungkas Aminullah.(mir)


Editor : bakri