Prohaba.co
Sepuluh Malam ‘Mi Agam’ Pasok Cabe-cabean ke Rumahnya
Jumat, 25 Mei 2018 11:04 WIB
SIGLI - Tak perlu susah susah cari mahar atau meumat jaroe malem di kantor KUA, pria muda MF, warga Gampong Didoh, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, sukses memasok cabe cabean, gadis imut Is (18) selama 10 hari ke rumah ortunya, di Gampong Didoh.

Lalu pasangan haram itu pun berpengantin ria di rumah MF yang juga dihuni ortunya. Tak diketahui, mengapa mi agam MF bisa memasukkan Is ke rumah, tanpa diketahui ortunya, serta keduanya melakukan hal terlarang saat bulan Ramadhan ini, secara lancar lancar saja.    

Walhasil, aksi nyeleneh itu diketahui warga, dan pasangan haram itu pun digerebek serta digelandang warga ke Kantor Satpol-PP dan WH Pidie, Minggu (20/5). Kini, pasangan nonmuhrim tersebut menginap di prodeo Kantor WH Pidie.

Kasatpol-PP dan WH Pidie, Iskandar, didampingi Penyidik PNS Satpol-PP dan WH Pidie, Tgk Razali SPdI, kepada Prohaba, Rabu (23/5) mengatakan, pria muda MF (23) tercatat warga Didoh dan teman wanita Is (18) warga Kecamatan Mila, Pidie. Keduanya diamankan warga saat penggerebekan rumah orang tua MF di Gampong Didoh, Minggu (20/5) sekitar pukul 23.00 WIB. “Pasangan itu sudah sepuluh malam menginap di rumah orang tua MF. Tapi, akhirnya diketahui warga dan langsung menggerebek rumah tersebut. Setelah sempat dibawa ke meunasah kemudian pasangan nonmuhrim diserahkan kepada kami,” ujarnya.

Ia menyebutkan. saat ini MF dan Is telah diamankan di Kantor Satpol-PP dan WH Pidie. Sebelum digerebek warga, pasangan itu sudah sepuluh malam menginap di rumah orang tua MF di Gampong Didoh. “Kini, tugas kita melengkapi BAP untuk kita serahkan ke JPU Kejaksaan Negeri Pidie. Sebab, kasus tersebut akan disidangkan di Mahkamah Syar’iyah Sigli,” sebutnya. 

Dikatakan, pasangan nonmuhrim itu  disangkakan dengan pasal ikhtilad dengan ancaman hukuman maksimal 30 kali cambuk.  Sementara khalwad akan diancam hukuman maksimal 10 kali cambuk.(naz)

Editor : bakri