Prohaba.co
Satu Jam Terjepit Dalam Rumah, Sopir Tewas Tertimpa Pohon
Selasa, 22 Mei 2018 13:00 WIB
LHOKSUKON - Rumah Husaini (47) di Lang Nibong, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, ambruk akibat tertimpa pohon bungli (abeung-abeung) yang tak jauh dari rumahnya, Senin (21/5), sekira pukul 01.00 WIB. Akibat kejadian itu, Husaini ditemukan tewas setelah terjepit satu jam lebih di dapur rumahnya.

Warga kesulitan menolong korban karena tak mampu memindahkan cabang pohon seukuran batang kelapa yang menimpa dapur rumah korban. Belakangan, datang bala bantuan chainsaw (mesin potong kayu).

Keuchik Lang Nibong, Nazaruddin, menceritakan saat kejadian, Husaini sedang memanaskan air di dapur. Dia bermaksud membuat kopi. Sedangkan istri dan tiga anaknya sudah tidur dalam kamar. “Kebiasan korban sekitar pukul 01.00 WIB membuat kopi, kemudian duduk di depan rumah bersama warga lain,” kata Nazaruddin kepada Prohaba, Senin (21/5).

Saat memanaskan air itulah, pohon bungli yang tak jauh dari rumahnya, tumbang. Kemudian menimpa dapur yang berkonstruksi kayu, sehingga langsung ambruk ke tanah. Husaini pun terjepit dalam dapur itu.

Istri Husaini langsung berteriak minta tolong lantaran melihat rumah bagian depan berkonstruksi beton juga ikut rusak. Namun, ketika warga tiba di lokasi kejadian, tak bisa langsung membantu Husaini. Sebab, cabang pohon sudah menimpa bagian dapur tersebut. “Jadi warga harus mencari chainsaw untuk memotong cabang pohon tersebut. Dengan bantuan tiga unit mesin tersebut, akhirnya pohon kayu berhasil dipindahkan,” kata Nazaruddin.

Dia menambahkan, pohon itu tumbang secara tiba-tiba karena bagian akarnya sudah membusuk. Saat ditemukan satu jam setelah kejadian, Husaini terjepit dengan kayu di pinggangnya dan leher mengalami luka memar.

Kemudian, Husaini dibawa ke Puskesmas Baktiya Barat untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Petugas menyebutkan, korban sudah meninggal, sehingga dibawa pulang lagi ke rumah untuk dikebumikan.

“Saat itu, warga menemukan kompor dalam keadaan hidup yang digunakan korban untuk memanaskan air. Satu malam sebelum kejadian, kami ngopi bersama di depan rumah,” kata Keuchik.

Korban selama ini bekerja sebagai sopir. Korban meninggalkan tiga anak perempuan dan satu istri.

“Setelah mendapat informasi dari para saksi di lokasi kejadian, saya bersama petugas langsung ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Dengan bantuan warga menggunakan Chainsaw, akhirnya korban dievakuasi sekitar pukul 02.00 WIB ke Puskesmas, tapi petugas menyatakan korban sudah meninggal,” ujar Kapolsek Baktiya Barat, Iptu Musa.(jaf)

Editor : bakri