Prohaba.co
Sampah Dibakar, Rumah Ikut Ludes
Minggu, 20 Mei 2018 11:27 WIB

LANGSA - Satu unit rumah berkonstruksi semi permanen milik Iskandar Jafar (60), waga Gampong Batee Puteh, Kecamatan Langsa Timur, Sabtu (19/5) siang, ludes terbakar. Kebakaran ini diduga bermula dari pembakaran sampah yang apinya kemudian menyambar rumah.

 

Akibat musibah kebakaran tersebut, semua harta benda termasuk 1 unit sepmor milik korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan ini, tidak ada yang terselamatkan. Kerugian dialami korban diperkirakan mencapai ratusan juta lebih.

 

Anak korban, Tarmizi (39) kepada Prohaba, mengatakan, saat itu sekitar pukul 11.30 WIB, dirinya yang sedang berada di rumah, melihat asap membubung tinggi di posisi tepat di rumah orang tuanya. Jarak rumah Tarmizi dan rumah orang tuanya hanya terpaut 50 meter saja, namun terhalang pepohonan.

 

Melihat asap itu, dia pun langsung berlari ke rumah orang tuanya dan benar ternyata rumah Iskandar Jafar sudah dikepung api. Kedua orang tuanya yang saat itu sedang berada di dalan rumah, langsung keluar dari dalam rumah tanpa bisa mengeluarkan harta benda apapun. Api menurut Tarmizi, sangat cepat menguasai rumah berkontruksi semi permanen milik orang tuanya tersebut. Akhirnya semua tak bisa diselamatkan lagi. Semua harta benda seperti pakaian, televisi, barang dapur, sepmor Honda Supra, dan lainnya ludes dimangsa api.

 

Dikatakan Tarmizi, sebelum kebakaran itu makciknya, Siti Aminah, sedang membakar sampah di lahan sawah tempat ditanami tanaman padi yang berada bagian belakang rumah. Dugaannya, api pembakaran sampah tersebut yang menjadi penyebab kebakaran rumah orang tuanya itu.

 

Sementara itu Kabid Kedaruratan BPBD Langsa, Zainal Abidin, kepada Serambi, menyebutkan, setelah mendapat kabar kebakaran itu pihaknya langsung mengerahkan 6 unit armada pemadam kebakaran ke lapangan, yaitu diantaranya 5 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan 1 unit mobil tangki.

 

Saat pihaknya tiba ke lokasi, api sudah menguasai 100 persen rumah tersebut, sehingga rumah ini tak mungkin diselamatkan lagi. Namun untuk menghindari melebarnya kobaran api ke rumah warga-warga lain, dibutuhkan waktu 20 menit petugas damkar melakukan pemadaman.

 

Ketika personil damkar melakukan penyeterilan atau pembersihan di lokasi rumah yang terbakar itu, petugas terlihat tidak ada yang memakai pelindung mulut atau masker, sehingga sangat membahayakan kesehatan petugas.

 

Menurut Zainal Abidin, karena tuntutan tugas mereka terpaksa bekerja tanpa pelindung masker, yang sebenarnya sangat membahayakan kesehatan mereka. Saat ini tidak ada masker tersebut, sehingga mereka tak menggunakanya.(zb)


Editor : bakri