Prohaba.co
Dituduh Teroris, Hejatulo Tikam Hadirin di Terminal
Kamis, 17 Mei 2018 13:01 WIB
* Jadi Korban Copet di Terminal

MEDAN – Serangan kelompok teroris di sejumlah objek vital sepekan ini membuat masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan orang asing di lingkungannya. Namun kecemasan yang tidak diimbangi informasi valid justru berdampak buruk bagi orang yang dicurigai.

Hejatulo Zebua (36) warga Kecamatan Mandrehe Barat, Kabupaten Nias Barat, menjadi contoh salah sasaran. Gara-gara aksinya membuang tas di Terminal Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Hejatulo langsung dituduh sebagai teroris, Rabu (16/5).

Fatalnya warga langsung mengeroyok Hejatulo, meski isi tas yang dicurigai bom sudah dipastikan hanya berisi pakaian. Tidak terima dirinya dijadikan sansak hidup, pria yang baru pulang merantau dari Jambi ini balik membalas. Seranganya menggunakan pisau, membuat Hadirin Harahap (50) terkapar setelah terkena tiga tusukan.

“Pelaku saat ini sudah diamankan, sedang kita periksa,” kata Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Abdi Abdullah.

Dijelaskannya, setelah membuang tas, pelaku langsung berlari sambil berteriak-teriak. Aksi itu membuat sebagian warga lari ketakutan, namun yang lainnya berinisiatif menangkap pelaku. Warga kemudian memaksa pelaku mengambil dan membuka tas yang dibuangnya.

“Setelah dibuka ternyata hanya berisi pakaian,” sambung Abdi. Namun kerumunan warga yang terus ramai membuat kondisi tidak terkendali. Beberapa warga terus melakukan provokasi hingga akhirnya pelaku diamuk massa.

Dalam pemeriksaan Hejatulo memastikan bukan bagian dari kelompok teroris. Dia mengaku kesal karena mendapati uang Rp 6,2 juta miliknya hilang dari dalam tas. Sebagai bentuk kekesalan, dia membuang tas tersebut. “Saya baru sampai dari Jambi, karena kemalaman, tidur di terminal. Eh...paginya uang di tas sudah hilang,” kata pria itu.(mad)

Editor : bakri