Prohaba.co
Sipir Bongkar Peredaran Sabu Dalam LP
Jumat, 11 Mei 2018 11:06 WIB
* Tiga Napi Diamankan, 23 Paket SS Disita

MEULABOH - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP) Meulaboh berhasil membongkar peredaran sabu sabu di dalam LP tersebut, Selasa (8/5). Sebanyak 3 narapidana (napi) atau warga binaan yang sedang menjalani hukuman pada LP Meulaboh ditangkap dan sebanyak 23 paket sabu-sabu disita petugas.

Keberhasilan pengungkapan kasus sabu-sabu di dalam LP itu disampaikan dalam konfrensi pers di Mapolres Aceh Barat, Rabu (9/5). Turut hadir Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, Kepala LP Meulaboh Jumadi SE dan Kasat Narkoba Iptu Bukhari SH. Tiga napi yang terlibat dan barang bukti (BB) sabu ikut diperlihatkan.

Informasi diperoleh, pengungkapan kasus peredaran sabu di dalam LP itu berawal adanya laporan polisi yang menyebutkan, akan ada paket kiriman narkoba dari luar untuk seorang napi di LP. Belakangan petugas LP mencurigai ada paket pengiriman dalam bentuk odol pasta gigi. Lalu dilakukan pemeriksaan, ternyata ditemukan di dalam paket odol satu paket sabu dengan tujuan penerima, RS (25) napi di dalam LP tersebut.

Petugas yang melakukan penelusuran berhasil memastikan jika sabu-sabu tersebut ditujukan kepada RS. Dengan temuan tersebut Kepala LP Meulaboh Jumadi, langsung memerintahkan semua petugas melakukan penggeledahan ke semua napi di dalam LP, berkoordinasi dengan Sat Narkoba Polres Aceh Barat.

Setelah digeledah, petugas LP menemukan paket sabu sebanyak 6 paket, dari napi J (39) dan kembali menemukan sabu sebanyak 16 paket dari napi HF (39). Kedua napi tersebut diduga selama ini bebas menggunakan sabu di dalam LP tersebut. Akhirnya petugas LP menyerahkan ketiga napi tersebut ke Polres Aceh Barat untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Aceh Barat Raden Bobby Aria Prakasa mengatakan polisi dan pihak LP berhasil membongkar kasus peredaran sabu yang selama ini terjadi di LP Meulaboh. “Ini berawal adanya paket kiriman dari seseorang untuk napi di dalam LP. Ternyata paket sabu yang dikirim dalam odol pasta gigi,” kata Kapolres.

Dikatakannya jumlah sabu yang diamankan sebanyak 23 paket dengan rincian dari napi J sebanyak 6 paket, napi HF sebanyak 16 paket serta untuk napi RS sebanyak 1 paket. Total semua sebanyak 6,62 gram. Turut pula diamankan 3 pak plastik klip tembus pandang, 2 buah mancis, HP, serta rokok.

Dikatakannya kasus tersebut masih didalami polisi untuk memastikan lebih jauh terhadap kronologis sabu-sabu itu dikirim ke dalam LP. Demikian juga asal usul sabu-sabu yang diamankan dari ketiga napi yang kini sedang menjalani hukuman di dalam LP tersebut. “Ketiga napi itu dijerat dengan Undang-undang (UU) Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara,” katanya.

Menurut kapolres ketiga napi tersebut setelah menjalani pemeriksaan akan dikembalikan ke dalam LP untuk menjalani hukuman yang selama ini menjerat mereka. Sedangkan kasus terbaru dalam kasus narkoba tersebut tetap akan diproses sesuai hukumam berlaku. Yakni setelah diserahkan berkas ke jaksa dan lengkap kembali dilimpah ke jaksa dan pengadilan. “Setelah selesai hukuman mereka selama ini kembali dihukum dengan hukuman terbaru dalam kasus narkoba ini,” kata Kapolres Bobby dididampingi Kasat Narkoba Bukhari.

Sementara itu Kepala LP Meulaboh Jumadi mengatakan, pengungkapan kasus narkoba tersebut setelah petugas jaga di LP curiga paket yang dikirim untuk seorang napi di dalam LP. Sehingga diperiksa dan ternyata sabu-sabu. Sehingga dirinya langsung memerintahkan petugas menggeledah semua napi di dalam LP.

Diakuinya ada dua napi kembali diamankan ternyata memiliki sabu serta diserahkan proses hukum lebih lanjut ke polisi. Sedangkan napi RS merupakan napi dalam kasus penggelapan, sedangkan napi J dan HF saat ini sedang menjalani hukuman kasus narkoba. “Petugas berhasil mengagalkan pengiriman sabu ke dalam LP. Kami akan perketat dan terus meningkatkan pengawasan,” ujar Jumadi yang baru menjabat Kepala LP Meulaboh ini.(riz)

Editor : bakri