Prohaba.co
Amoy Jual Esmenen Secara Online
Senin, 7 Mei 2018 11:31 WIB
* Pasutri Gaek Ikut Dicokok

MEULABOH - Wanita separuh abad R (50), seorang amoy (warga turunan), dicokok personil Tim Falcon Polres Aceh Barat dan Polsek Johan Pahlawan, Sabtu (5/5) petang. Nyonya Amoy yang paruh abad itu adalah warga asal Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Selain mencokok Amoy, yang hari-hari sebagai ibu rumah tangga, polisi juga mengamankan 20 botol minuman keras (esmenen) merk sea horse’s yang dijual per botol Rp 40 ribu.

Miras tersebut dijual via online dengan fasilitas antarjemput dengan sepeda motor yang dilakukan sendiri oleh tersangka. “Penangkapan terhadap tersangka R setelah pengembangan dari penangkapan yang dilakukan sebelumnya,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa melalui Kapolsek Johan Pahlawan AKP Ahli Yanaris.

Dalam keterangan pers Minggu kemarin, kapolsek yang didampingi Kanit Reskrim Aiptu Firdaus mengatakan, dalam aksinya wanita tersebut menjual miras via online dengan diantar langsung ke rumah pemesan. “Sebuah sepeda motor turut diamankan,” katanya.

Sementara itu polisi dari Resmob Satreskrim Polres Aceh Barat, menangkap sepasang suami istri (pasutri), pria A (65) dan wanita N (54) dalam kasus kepemilikan sebanyak 12 dus (143 botol) minuman keras (miras). Miras tersebut diamankan ketika baru tiba di sebuah loket Terminal Bis Meulaboh Aceh Barat, yang dikirim dari Medan, Sumatera Utara.

Informasi penangkapan pasutri gaek itu diungkap Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar kepada wartawan, Sabtu (6/5) sore. Pada Minggu kemarin, kasus tersebut juga diungkap kembali oleh Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa melalui Kapolsek Johan Pahlawan AKP Ahli Yanaris di Meulaboh.

Dalam konferensi pers, kemarin, turut diperlihatkan 12 dus miras yang diamankan oleh tim Resmob dengan rincian sebanyak 71 botol miras merk Sea Horse’s dan 72 botol miras merk angur merah. “Setelah mendapatkan laporan adanya pengiriman paket minuman polisi langsung melakukan penangkapan,” kata Kapolres melalui Kapolsek Johan Pahlawan.

Menurutnya kasus tersebut masih dikembangkan oleh Polres Aceh Barat dan barang bukti serta tersangka sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. “Pelaku dijerat dengan Qanun Aceh dengan ancaman cambuk paling banyak 60 kali atau denda 600 gram emas murni atau 60 bulan penjara,” kata Kapolsek.

Sementara tersangka R juga dijerat dengan Qanun Aceh dengan ancaman  cambuk 60 kali, atau denda 600 gram emas murni, atau 60 bulan penjara. “Kasus ini masih terus kita dalami dan kembangkan,” katanya.

Kapolres mengatakan operasi yang dilakukan tersebut dalam rangka menyongsong masuknya bulan Ramadhan, dan segala bentuk penyakit masyarakat harus dientaskan. “Kami kembali mengimbau masyarakat bila mengetahui ada praktik miras segera dilaporkan ke polisi terdekat,” demikian Kapolres.(riz) 

Editor : bakri