Prohaba.co
Beredar Video Polisi Berpistol Vs Satpam Bersamurai
Sabtu, 28 April 2018 11:24 WIB
MEDAN - Video keributan sejumlah orang berpistol diduga polisi dengan seorang sekuriti yang membawa pedang samurai beredar luas di media sosial, Jumat (27/4). Di akhir video, seorang di antara yang membawa pistol meletuskan tembakan ke udara sehingga sempat memancing amarah warga.

Video berdurasi 02.39 menit itu memperlihatkan seorang pria mengenakans seragam sekuriti bertengkar dengan lima pria. Dua di antara pria itu terlihat menggenggam pistol, dan satu lainnya memegang pedang samurai.

Informasi di lokasi kejadian, keributan itu terjadi di depan sebuah  komplek perumahan di Jalan Kuswari, Medan Sunggal, Kamis (26/4) sore.

Menurut warga insiden berawal ketika sekuriti berinisial FR menegur pengemudi mobil yang parkir di jalur pintu masuk komplek.

Namun karena terjadi miskomunikasi, pengemudi mobil bersama rekan-rekannya marah. Reaksi ini membuat FR mundur dan mengambil samurai dari pos satpam. “Gak salah juga Satpamnya, karena mobil itu parkir sudah lama. Selain menghalangi jalur masuk, macet dibuatnya jalan,” ujar seorang warga. Waka Polrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja ketika dikonfirmasi nmembenarkan kelima pria yang bertengkar dengan FR anggota polisi dari Direktorat Resnarkoba Mabes Polri. Dia memastikan keberadaan kelimanya di lokasi itu dalam menjalankan tugas pemetaan dengan sasaran bandar narkoba. “Saat itu, Ipda W sekira pukul 15.30 WIB bersama tim sedang melakukan pemindahan perlengkapan operasi dari satu mobil ke mobil yang lainnya. Alat tersebut yang akan digunakan untuk menjalankan operasi silent terhadap tindak kejahatan peredaran narkoba. Namun, tim yang sedang menjalankan tugas negara ditegur oleh petugas sekuriti yang diketahui bernama FR, dengan mengatakan “Hey jangan parkir dis ini”,” beber Tatan, Jumat (27/4).

Karena sedang menjalankan tugas negara dengan menggunakan alat DF (Direktion Finder), petugas tersebut kata Tatan sempat menjawab sebentar bang, kami sedang memindahkan peralatan. “Mereka kan sedang mengejar TO bandar Narkoba dengan menggunakan alat tersebut, namanya tugas negara kan kerjanya harus rapi, target jangan sampai kabur,” kata Tatan.

Lanjut Tatan, sekuriti itu secara tiba-tiba berlari masuk ke dalam posko mengambil samurai dan mengarahkan kepada petugas. Demi menjaga keselamatan, petugas pun mencoba menguasai situasi dengan mengeluarkan senjata api dan berusaha mengamankan sekuriti tersebut.

Keributan ini sempat memanas karena seorang polisi sempat meletuskan tembakan ke udara. Namun Tatan menyebut tindakan itu sebagai upaya melerai kerumunan massa yang semakin banyak.(mad)

Editor : bakri