Prohaba.co
Berkedok PNS, Wanita Seurekui Kadali Warga
Sabtu, 7 April 2018 11:25 WIB
* Sasarannya Nenek Nenek

SIGLI - Wanita paruh baya GR binti MJ (45) warga Gampong Seurekui, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie, kembali dicokok polisi, atas dugaan penipuan. Sebelumnya, wanita itu sudah dijebloskan ke LP atas kasus yang asam.

Masih seperti kasus pertama, sejenak bebas dari penjara GR kembali melancarkan aksi bulusnya. Kali ini, dengan berseragam PNS atau berkedok PNS, GR mengincar korban dengan iming iming bantuan pemerintah dan perbankan. Agar lebih mudah, GR menyasar kaum lansia atau nenek nenek untuk jadi korbannya. 

Petualangan GR akhirnya kembali dihentikan polisi, Rabu (4/4) petang sekira pukul 19.00 WIB, saat dibekuk personil dari Satuan Reskrim Polres Pidie, sejenak menerima laporan pengaduan penipuan dari empat korban. 

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasatreskrim, AKP Mahliadi ST MM, Jumat (6/4) mengatakan, sosok GR binti MJ selama dua tahun terakhir diduga telah melakukan tindakan penipuan terhadap empat korban dari berbagai kecamatan dengan modus menyaru dengan memakai seragam PNS. “Pelaku GR bin MJ memilih  mangkal pada bank, kantor pos serta apotik atau dengan kata lain pada tempat umum dengan mencari sasaran orang tua terutama yang punya penghasilan,” sebut Mahliadi.

Dalam menjalankan aksi penipuan, GR binti MJ mendekati calon mangsa dengan mengimingi bahwa korban mendapat dana bantuan, mulai rumah hingga dana Program Keluarga Harapan (PKH). Merasa korban sudah yakin dengan iming-iming tersebut, sang pelaku meminta uang jaminan untuk mempermudah mengurus jenis bantuan yang diharapkan.

Para korban yang dikadali antara lain, Nyak Maneh Ali (78) warga Gampong Pulo Pante, Kecamatan Sakti dengan jumlah uang yang ditipu Rp 1.250.000 pada  Mei 2017. Usmawati A Taleb (60) warga Gampong Selatan,  Kecamatan Batee ditipu Rp 1,8 juta dengan berkedok mengatakan korban dapat hadiah dari kantor pos dengan kejadian pada 19 Oktober 2017. Ti Mariam Gadeng (79) warga Ceurih Keupula, Kecamatan Delima dengan jumlah uang Rp 1,8 juta dan dana bantuan rumah Rp 8,5 juta untuk mengurus bantuan rumah dari pihak bank dan meminta uang jaminan Rp 1,8 juta serta emas tujuh  mayam dari anaknya Rasyidah (44) dengan jumlah kerugian Rp 14 juta. 

Selanjutnya Saudah Ismail (60) warga Kubang, Kecanatan Indra Jaya dengan modus iming dapat bantuan Rp 8,5 juta yang dilakukan pada  21 November 2017 dan meminta uang 2 mayam emas murni.

Terakhir Nuraini Itam (70) Gampong Blang, Sinpang Tiga dengan mengiming-iming adanya dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Rp 1,8 juta, namun dikarenakan tidak ada uang pelaku meminta jaminan berupa emas satu mayam yang diserahkan pada 22 Maret.

Bila dikalkuslasi jumlah uang yang berhasik dikumpulkan selama ini telah mencapai Rp 30 sampai Rp 40 juta.

Tersangka penipu yang juga ibu dua anak itu dicokok pada Rabu (4/4) sekira pukul 19.00 WIB, dikediamannya tanpa perlawanan. “Sebelumnya GR sempat menjalani hukuman selama dua tahun delapan bulan pada 2010 lalu dengan kasus penipuan terhadap warga Laweung, Kecamatan Muara Tiga,” jelasnya.

Atas tindakan penipuan ini, GR dapat diancam dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan hukuman maksimal empat tahun penjara.(c43)

Editor : bakri