Prohaba.co
50 Kilo Ganja Disamarkan Dalam Paket Kiriman Cabe
Rabu, 4 April 2018 11:12 WIB
* Dua Tersangka Ditangkap, Dua lainnya Diburu

REDELONG - Penyelundupan ganja yang diakui sebagai paket kiriman cabe, terungkap di Bener Meriah, Selasa (3/4) kemarin. Sedianya paket ‘cabe’ itu akan dikirim melalui loket bus Harapan Indah, Simpang Tiga Redelong, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli, melalui Kapolsek Bukit, AKP Hartana, mengatakan pengungkapan tersebut, bermula ketika pemilik loket Harapan Indah, Senin (2/4) malam menghubungi pihaknya, terkait dengan dua paket pengiriman cabai menuju Medan.

Sopir bus Harapan Indah menolak untuk mengangkut paket kiriman itu, karena ia curiga dengan paket dimaksud. Alasanya, paket yang berjumlah dua goni itu, terasa berat, padahal berat cabai ditaksir tidak seberat itu.  “Malam itu saya bersama tiga anggota, terjun menuju loket. Dan setelah kita periksa, ternyata di sela-sela cabai tersebut terdapat ganja kering yang dibungkus dalam plastik,” terang AKP Hartana.

Kemudian, pihaknya meminta kepada pemilik loket Harapan Indah untuk menghubungi pemilik paket cabai berisi ganja tersebut yang tertera dalam transaksi pengiriman. Pihak loket mengaku jika paket itu tidak bisa dibawa, karena bagasi bus sudah penuh.

Pemilik paket bersedia untuk mengambil kembali paket ganja berkedok cabai itu.

Setelah diketahui jika pemilik akan mengambil kembali paket dimaksud, Kapolsek AKP Hartana, bersama tiga personelnya mengendap selama 12 jam, di sekitaran loket Harapan Indah. “Setelah pemilik paket berhasil dihubungi dan berencana mengambilnya, kita menunggu selama 12 jam, hingga akhirnya pagi ini, dua tersangka yang mengambil paket tersebut kita tangkap dan diamankan,” ungkapnya.

Disebutkan, pemantauan melelahkan itu dilakukan beberapa anggota Polsek Bukit dan bantuan dua anggota dari Polres Bener Meriah.

Dari penyelidikan dan pengembangan awal, dua tersangka yang diketahui bernama, Sabardi (26) warga Kampung Weh Tenang Toa, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, dan Iwan Ramadhan (25) warga Kampung Uwaq, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, mengaku hanya sebagai kurir dan  dibayar Rp 1.000.000 oleh pemilik ganja seberat 50 Kg, yang masih diburu oleh polisi. “Mereka mengaku dibayar Rp 1 juta, untuk mengirimkan paket cabai yang berisi ganja ini oleh pemilik paket atas nama Hardi. Untuk saat ini kita sedang lakukan pengejaran,” ujar AKP Hartana.

Ia juga mengungkapkan, ketika dilakukan penangkapan terhadap dua tersangka tersebut, ternyata ada dua orang yang diduga sebagai pemilik ganja 50 Kg itu, menunggu di sebuah mobil minibus jenis Avanza. “Setelah kita tangkap dua orang ini, ternyata dua orang lagi yang menaiki mobil avanza yang kemudian diakui sebagai pemilik ganja itu langsung kabur. Keduanya diskaui sebagai pasangan suami istri,” ujar Hartana.

Dijelaskan, ganja kering yang diperkirakan beratnya 50 Kg ini, dibungkus dalam plastik yang berjumlah sembilan bal, berasal dari Kabupaten Aceh Tengah. “Untuk mengungkap kasus ini, kita akan berkejasama dengan Polres Bener Meriah, dan Polres Aceh Tengah, karena ini melibatkan peredaran narkoba lintas Kabupaten,” tutupnya.(c51)

Editor : bakri