Prohaba.co
Petani Meureu Ditemukan Tewas Tergantung
Selasa, 3 April 2018 11:39 WIB
JANTHO - Rusdi Harun (42), petani asal Meureu Ulee Titi, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Minggu (1/4), sekira pukul 11.30 WIB, ditemukan tewas tergantung di kebun miliknya di Ulee Titi, kecamatan sama. Dia diduga bunuh diri dengan cara menjerat lehernya dengan seutas tali yang diikat di dahan pohon dalam kebunnya tersebut.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto, mengatakan Rusdi pertama kali ditemukan oleh Irhamna (35), warga segampong dengan dia.

Kapolsek Indrapuri, Ipda Muksin, menjelaskan siang itu, Irhamna yang juga saudara Rusdi, berniat buang air besar di kawasan tersebut. Tanpa sengaja, matanya tertuju ke arah kebun Rusdi.

Ibu rumah tangga (IRT) itu sontak melihat Rusdi dalam posisi tergantung di sebatang pohon dalam kebunnya. Leher dia terjerat seutas tali yang diikat di dahan pohon kebun tersebut.

Sebelum ditemukan tewas tergantung, Irnawati (17), yang juga warga Meureu Ulee Titi, sempat melihat Rusdi mondar-mandir di dala kebunnya, memegang seutas tali. Tapi, Irnawati tidak memiliki curiga Rusdi akan mengakhiri hidupnya dengan tali dimaksud.

“Saat itu Irnawati memanen padi bersama warga lain. Dia melihat Rusdi seperti direndung masalah. Tapi karena tahu Rusdi bekerja sebagai petani yang baru menjual seekor sapinya, Irnawati tidak mengira Rusdi akan bunuh diri. Dia pun melanjutkan kembali aktivitasnya,” ungkap Muksin kepada Prohaba, Senin (2/4).

Ia menjelaskan, kabar Rusdi ditemukan tewas tergantung di kebunnya menggemparkan warga setempat yang memanen padi. Warga pun berbondong-bondong menuju ke kebun dimaksud, untuk memastikan kabar itu. Termasuk saudara korban, M Saleh (50), Maimun (27), dan Hayati (40), telah sekaligus dimintai keterangan. 

“M Saleh langsung menurunkan Rusdi setelah memotong tali yang menjerat leher korban,” sebut Muksin.

Kapolsek Indrapuri ini juga mengungkapkan, sebelumnya di hari sama, sekitar pukul 10.00 WIB, Rusdi menuju kebunnya. Di sana, dia memelihara beberapa ekor sapi. Bahkan, Rusdi sempat menjual seekor ternaknya kepada Musliadi, seharga Rp 28.500.000. Dari harga tersebut, Musliadi baru memberikan Rp 500 ribu.

Kemudian, sapi milik yang dijual itu dijemput oleh Fakri dan menaikkan ke dalam mobil. Akan tetapi, lanjut Muksin, Fakri atau Musliadi diduga tidak ada hubungan dengan kejadian itu.

“Itu cerita sebelumnya. Dari penyidikan awal yang kami lakukan, motif dugaan bunuh diri Rusdi dilatarbelakangi faktor ekonomi. Meski demikian, kasus ini tetap dalam penyidikan kami untuk mengetahui pasti motivasi korban mengakhiri hidupnya,” demikian Muksin.(mir)

Editor : bakri

Aceh-besar Populer