Prohaba.co
Pria Lajang Dicokok Polisi
Minggu, 1 April 2018 14:46 WIB
* Diadukan Pelecehan Terhadap Dua Bocah

MEULABOH - Polres Aceh Barat membekuk pria Jf (28) warga yang menetap di sebuah desa di Kecamatan Samatiga Aceh Barat, Rabu (28/3) sore. Pemuda Jf dicokok sejenak polisi menerima pengaduan dugaan pelecehan seks terhadap dua gadis cilik, saat menjadi tenaga privat bagi kedua bocah tersebut.

Hingga Sabtu (31/3), pria Jf yang masih lajang yang disebut pendatang dari luar Kabupaten Aceh Barat itu, masih diperiksa di Mapolres Aceh Barat, guna memastikan apakah ada korban lain dalam kasus ini.

Lelaki Jf sendiri menjalani profesi tenaga privat dari rumah ke rumah, di desa tempat ia tinggal saat ini, di Aceh Barat. 

Informasi diperoleh Prohaba, kemarin, kasus penangkapan pria Jf berawal laporan orang tua terduga korban ke polisi, setelah mendapat informasi bahwa anaknya dicabuli ketika menjalani privat dengan Jf.

Kasus itu terjadi pada Senin dan Rabu lalu pada dua rumah berbeda yakni di rumah seorang warga dan pada rumah tersangka.

Pria Jf selama ini mengajari anak-anak di desa itu dari rumah ke rumah. Namun pada hari itu Jf selain mengajari para bocah itu juga melakukan tindakan nyeleneh, hingga berujung pelecehan seks terhadap kedua bocah terduga korbannya.

Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kasat Reskrim AKP Marzuki SH kepada wartawan mengatakan penangkapan tersangka Jf setelah adanya laporan orang tua korban ke polisi. “Pelaku kita bekuk di rumahnya dan mengakui perbuatan itu,” katanya.

Dikatakannya dalam kasus ini jumlah korban sebanyak dua orang dan tidak tertutup kemungkinan bertambah karena anak-anak yang selama ini diajari oleh tersangka tergolong banyak.

Menurut Kasat Reskrim kasus ini masih terus didalami dan selain memeriksa tersangka juga korban serta memintai hasil visum dari dokter. “Tersangka ketika diperiksa mengaku khilaf. Kita akan terus dalami terhadap apakah ada korban lain. Tapi pengakuan tersangka hanya dua orang,” katanya.

Marzuki mengatakan tersangka dijerat dengan Pasal 47 Qanun Aceh tentang Jinayat dengan ancaman 90 kali cambuk atau denda 900 gram emas murni atau penjara 90 bulan. “Kami kembali mengimbau bila ada korban lain dalam kasus ini segera dilaporkan ke polisi,” ujarnya.

Kapolres Aceh Barat melalui Kasat Reskrim mengatakan, kasus pencabulan dengan korban anak di bawah umur tergolong tinggi di Aceh Barat. Dalam tahun 2018 saja dari bulan Januari hingga Maret terdapat lima kasus pencabulan dan pemerkosaan. “Dengan bertambah satu kasus dari Samatiga ini sehingga menjadi enam kasus,” kata AKP Marzuki.

Dikatakannya peran orang tua dan lembaga terkait di Aceh Barat perlu ditingkatkan sehingga kasus pencabulan terhadap anak dan mahasiswi tidak terus terjadi di Aceh Barat.(riz)


Editor : bakri