Prohaba.co
Senjata Menyalak, Pengedar Sabu Dicokok
Kamis, 29 Maret 2018 11:28 WIB
MEULABOH - Polisi dari Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Aceh Barat membekuk pria Sa (34) di sebuah rumah di kawasan Desa Suak Raya Meulaboh, Selasa (27/3) malam sekira pukul 22.30 WIB. Pria yang disangkakan sebagai pengedar sabu-sabu itu berhasil diringkus, setelah senjata polisi sempat menyalak, karena Sa berusaha kabur dari petugas.

Informasi diperoleh Prohaba, kemarin, penangkapan tersangka Sa alias si Nyak yang tercatat sebagai warga Suak Raya dan sehari-hari sebagai sopir itu, berawal ketika Polisi mendapat laporan adanya praktik bisnis narkotika. Polisi lalu melakukan penyelidikan serta berupaya menangkap pelaku di rumahnya.

Polisi akhirnya memastikan adanya praktik transaksi narkoba, bahkan kala itu pria Sa tampak asyik nyabu, sehingga polisi bergerak cepat menangkap tersangka. Namun pelaku Sa yang sedang mengonsumsi narkoba berusaha melarikan diri dari rumah tersebut. Upaya itu gagal setelah polisi melepaskan tembakan peringatan ke udara sehingga Sa berhasil diringkus.

Dalam kasus itu polisi berhasil menyita sabu-sabu dari tersangka sebanyak 4 paket dengan berat 2,26 gram serta hanphone pelaku serta dompet pelaku tempat disimpan BB tersebut. Sebelumnya ketika akan ditangkap, tersangka selain melarikan diri juga membuang barang bukti tetapi berhasil kembali ditemukan petugas.

Polisi akhirnya membawa pelaku ke Mapolres untuk proses pengusutan lebih lanjut. Selain itu polisi masih melacak asal usul sabu-sabu tersebut. “Pelaku yang berhasil kita tangkap itu sudah menjadi target dan DPO selama ini,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kasat Narkoba Iptu Bukhari, kemarin.

Menurut Bukhari kasus ini masih dikembangkan guna dibekuk pelaku lain termasuk melacak asal usul sabu yang disebut-sebut diperoleh dari seseorang di Nagan Raya. “Pelaku yang berhasil kita tangkap ini juga terlibat dalam kasus yang sama beberapa waktu lalu,” katanya.

Kapolres mengatakan pelaku dijerat dengan Pasal 114 dan 112 Undang-undang (UU) Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara. “Kami kembali mengimbau warga bila terdapat praktik narkoba di desa masing-masing segera dilaporkan ke polisi untuk ditangkap pelaku,” demikian Kapolres.(riz)

Editor : bakri