Prohaba.co
Uang Rp 121 Juta Raib, Bendahara Gereja Dilapor Polisi
Jumat, 23 Maret 2018 11:30 WIB
MEDAN - Sejumlah perwakilan Jamaat Gereja HKBP Pardamean berunjukrasa mendesak polisi menuntaskan kasus dugaan penggelapan uang Rp 121 juta, Kamis (22/3). Massa kecewa karena sejauh ini bendahara gereja belum pernah diperiksa.

Aksi protes ini dilakukan Jamaat gereja di depan Mapolsek Percut Seituan dengan berorasi dan membentangkan poster berisi sindiran. Menurut mereka, dugaan penggelapan yang dilakukan bendahara Gereja HKBP Pardamean berinisial TT sudah memiliki bukti kuat.

Namun setelah berselang lama, pengusutan kasus itu tidak memiliki langkah maju. “Dulu alasannya karena mau diaudit dulu. Berapa lama rupanya proses audit, kok sampai sekarang gak siap-siap,” kata koordinator aksi, Arthur Simanjuntak.

Lambannya penanganan kasus ini menurutnya telah mengganggu aktivitas ibadah. Jamaat saling curiga dan dikhawatirkan bila tidak ada aksi cepat penyidik bisa menimbun perpecahan. “Kami mau periksa siapapun yang dicurigai. Dana yang digelapkan itu dana ibadat. Jangan main-main, bisa celaka nanti,” teriak orator lainnya.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Hartono yang langsung menemui massa membantah tudingan kalau dugaan penggelapan Rp 121 juta tidak ditindaklanjuti. Ia memastikan kasus itu tetap ditangani. “Saat ini sedang melengkapi bukti dan keterangan saksi. Jadi tidak benar kalau dibilang tidak diusut,” kata Hartono.

“Ada prosedur yang harus dilakukan, tidak bisa sembarang menetapkan seorang sebagai tersangka,” ujarnya.(mad)

Editor : bakri