Prohaba.co
Dua Rumah Warga di Nagan Musnah Terbakar
Jumat, 23 Maret 2018 11:29 WIB
* Diduga Konslet Arus Listrik

SUKA MAKMUE - Sebanyak dua unit rumah warga masing-masing milik Mawardi dan Darmi, warga Gunong Kong, Kemukiman Alue Waki, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (22/3) siang jelang sore, musnah terbakar.

Informasi yang berhasil dikumpulkan dari sejumlah sumer di Nagan Raya menyebutkan, musibah kebakaran ini diduga kuat akibat konslet (hubungan pendek) arus listrik di rumah milik Mawardi, sehingga api membubung dan langsung menyebabkan kebakaran.

Menurut informasi, konslet itu terjadi pada salah satu peralatan elektronik rumah tangga milik Mawardi. Di saat bersamaan, api langsung menyambar bagian tabung gas yang berada di dalam rumah korban, sehingga kobaran api dengan cepat membesar.

Warga yang mengetahui kejadian ini tak bisa berbuat banyak, sehingga kobaran api terus membesar dan seluruh harta benda korban tak bisa diselamatkan.

Api baru berhasil dipadamkan setelah armada pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Sekretaris SAR Nagan Raya, Amal Mulya, Kamis siang mengatakan, dampak dari musibah ini menyebabkan delapan anggota keluarga di Gunong Kong, Darul Makmur, harus kehilangan harta benda dan tempat tinggal. “Kemungkinan besar korban harus mengungsi ke rumah sanak saudaranya untuk sementara waktu,” tambahnya.

Ia menjelaskan, penyebab musibah kebakaran tersebut diduga kuat akibat hubungan arus pendek listrik di salah satu rumah korban, sehingga menjalar ke meja kompor gas sehingga kobaran api dengan cepat membesar, jelasnya.

Amal Mulya juga membenakan seperti video yang beredar melalui sosial media, musnahnya dua unit rumah yang terbakar di kawasan Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, itu diduga kuat akibat tak adanya penanganan awal dari warga setempat. “Kita sangat prihatin dengan kondisi seperti ini, saat orang lain mengalami musibah kebakaran, harusnya warga lebih dulu sigap membantu memadamkan api hingga bantuan armada pemadam tiba di lokasi kejadian,” ungkapnya sedih.(edi)

Editor : bakri