Prohaba.co
BNN Kembali Ungkap Narkoba Jaringan Internasional
Rabu, 21 Maret 2018 11:16 WIB
* Empat Orang Dicokok, Satu Ditembak

MEDAN – Badan Narkotikan Nasional (BNN) kembali mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional. Kali ini, BNN menciduk empat tersangka, salah satunya terpaksa diterjang timah panas, karena melawan petugas saat akan dibekuk.

Petugas menyita 30 kilogram sabu-sabu yang dikemas dalam bungkus teh Cina.

Keempat tersangka dibekuk petugas dalam penyergapan yang dilakukan terpisah. Dua tersangka pertama, Bakhtiar Jamil dan Khalidin ditangkap di Jalan Medan – Binjai, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumut, ketika mengangkut 20 kilogram sabu-sabu dari Aceh, Minggu (18/3) malam dan Senin (19/3) dini hari. Keduanya sudah dibuntuti petugas sejak memasuki Jalan Megawati, Kota Binjai. 

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menjelaskanm, tersangka berencana melakukan transaksi 20 kilogram sabu-sabu itu di sebuah SPBU di Sunggal, Deliserdang. Untuk memuluskan aksinya, sabu-sabu itu diangkut dari Aceh menggunakan pikap Granmax BL 3465 LO yang belakangan dipastikan pelat palsu. “Mobil pikap ini dikawal dengan sedan Honda Civic. Mereka jalan beriringan sejak dari Aceh,” kata Arman.

Namun saat dilakukan penyergapan, polisi awalnya hanya menangkap Bakhtiar Jamil, sedangkan sopir pikap dan Honda Civic lolos. Berselang tiga jam kemudian, Khalidin yang merupakan sopir pikap ditangkap di gorong-gorong.

Arman menegaskan sabu-sabu yang dimiliki tersangka berasal dari Malaysia yang diselundupkan dari Aceh. Sabu-sabu yang dikemas dalam dua karung ini sejak awal memang akan diedarkan di Medan.

Sementara dua tersangka lainnya, Amri Harahap alias Kumay dan Iwan alias Omri Lubis ditangkap persis di depan Prime One School, Jalan Tritura, Medan, Selasa (20/3) pukul 08.00 WIB. Penangkapan ini sempat membuat suasana gaduh karena keberadaan Kumay yang terkapar di depan pintu masuk sekolah menyebabkan arus kendaraan yang mengantar siswa ke sekolah terhambat.

Arman mengatakan, Kumay merupakan DPO yang sudah lama mereka kejar karena sudah beberapa kali terlibat penyelundupan narkoba. Kumay dan Iwan disebutnya jaringan Malaysia, Dumai, Medan. “Mereka menyelundupkan barang dari Dumai, bukan dari Aceh,” kata Arman.

Sama seperti penangkapan pertama, kedua tersangka sudah dibuntuti petugas ketika meluncur dari Dumai menuju Medan menggunakan Toyota Fortuner BM 1377 RE. Arman mengakui transaksi yang dilakukan tersangka cukup berani karena dilakukan di tempat keramaian.

“Si Kumay masuk ke Fortuner mengambil barang, kemudian dia turun menyerahkan barang itu kepada Iwan yang menunggu di becak. Terpaksa kita tembak karena Kumay melawan,” tandasnya.(mad)

Editor : bakri