Prohaba.co
Petani Ditangkap dengan 8 Paket Sabu
Jumat, 16 Maret 2018 11:14 WIB
JANTHO - Yusri (45) petani, warga salah satu gampong di Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, ditangkap bersama barang bukti (BB) delapan paket kecil sabu-sabu siap edar, Rabu (14/3) sore, sekitar pukul 16.30 WIB. Tersangka berhasil ditangkap, setelah sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarainya dicegat oleh personel Satuan Narkoba Polres Aceh Besar yang telah mencurigainya.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Drs Heru Suprihasto SH, melalui Kasat Narkoba Iptu Yusra Aprilla SH MH, kepada Prohaba, Kamis (15/3) siang menyebutkan, di samping sebagai petani, tersangka menyambi jadi pengedar sabu-sabu. 

Menurut Iptu Yusra, dari setiap paket sabu yang disita dari tangan tersangka itu dijual Rp 200 - Rp 300 per paket. “Dari delapan paket kecil sabu-sabu yang diamankan dari tersangka, total beratnya mencapai 1,83 gram,” ujar Kasat Narkoba. 

Ia menjelaskan lokasi penangkapan tersangka dilakukan di Gampong Lampisang, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar. Adapun kronologis penangkapan tersangkan kata Yusra, berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya aktivitas yang berkaitakn dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Kawasan Aneuk Batee, Kecamatan Suka makmur. 

Mendapatkan informasi tersebut, lanjut Yusra, anggota tim opsnal dari Satuan Narkoba Polres Aceh yang dia pimpin menuju langsung ke lokasi dimaksud, untuk memastikan informasi itu serta keberadaan tersangka. “Tidak seberapa lama kami melakukan pengintaian di kawasan Aneuk Batee dan berlanjut di Lampisang akhirnya kami mencurigai satu sepeda motor Mio hitam. Kami semakin yakin setelah melihat gelagat dari tersangka seperti gusar. Seketika itu waktu tersangka berada di Lampisang personel langsung memberhentikan sepeda motor tersangka, setelah digeledah dan dari diri tersangka ditemukan sabu-sabu yang diakui oleh tersangka miliknya sebanyak delapan paket yang akan diperjualbelikan,” ungkap Yusra.

Tersangka tidak dapat berbuat, saat seluruh BB tersebut ditemukan pada tersangka. Petani tersebut langsung digelandang ke Kantor Satuan Narkoba, Polres Aceh Besar, untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. “Dari penangkapan yang kami lakukan selama ini di wilayah hukum Polres Aceh, rata-rata pengedar dan penyabu, bekerja mocok-mocok, mulai tukang, petani sampai sopir. Kondisi ini semakin memprihatinkan. Tentu perlu perhatian kita semua untuk memutuskan mata rantai peredaran serta bahaya dari mulai masuknya narkoba ke gampong-gampong,” pungkas Iptu Yusra.(mir)


Editor : bakri

Aceh-besar Populer