Prohaba.co
Buronan Kasus Barang Ilegal Dicokok Saat Koh Ouk
Jumat, 16 Maret 2018 11:17 WIB
KUALASIMPANG – Tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tamiang, menciduk Sanusi (44) warga Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, awal pekan ini. Pria yang tercatat sebagai buronan jaksa itu, dicokok saat sedang memangkas rambut (koh ouk) di Tualang Cut, Aceh Tamiang.

Sanusi merupakan narapidan yang kasusnya sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, yakni kasus membawa barang ilegal dua tahun lalu. Jaksa membidiknya karena membawa barang tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan.

Kasus itu telah ingkrah keputusan hukumnya di pengadilan, dengan hukuman penjara selama dua bulan dan denda Rp 10 juta atau subsider satu bulan penjara.

Kajari Aceh Tamiang, Irwinsyah, didampingi Kasipidum, Yusnar Yusuf, Kamis (14/3) mengatakan, Sanusi merupakan narapidana kasus tindak pidana membawa media pembawa hama dan penyakit organisme penggangu tumbuhan karantina tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan sebagaimana pasal 6 junto pasal 31 ayat (1) uu nomor 16 tahun 1962 tentang karantina hewan ikan dan tumbuhan yang dilakukan pada Maret tahun 2016 di SPBU Alu Bemban.

Namun setelah kasus ini mempunyai kekuatan hukum tetap, yang bersangkutan tidak pernah kooperatif menjalankan putusan tersebut sehingga dilakukan pencarian dari Kejaksaan Kualasimpang. Baru Selasa (13/3), pihaknya mendapat informasi narapidana tersebut sedang memangkas rambut di salah satu tukang pangkas di Kota Tualang Cut. Sehingga  tim kejaksaan yang dipimpin  Kajari Aceh Tamiang, Irwinsyah, dan terdiri dari Kasi Pidum, Yusnar Yusuf, Jaksa Romi tarigan, dan dua staf kejaksaan, Riza dan Desta Subakti ditambah aparat Polsek Manyak Payed langsung menangkap narapida buronan tersebut. “Setelah kita tangkap yang bersangkutan kita serahkan langsung ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kualasimpang untuk menjalani hukuman penjara selama dua bulan dan denda 10 juta. Jika denda tidak dibayar maka subsider satu bulan kurungan,” ujar Kajari Irwinsyah.(md)

Editor : bakri