Prohaba.co
Tujuh Agam Tiga Inong Meujampu Lawok di Rumah Kos
Rabu, 14 Maret 2018 12:40 WIB
* Dijadikan Lapak Pesta Mesum

LANGSA - Petugas Dinas Syariat Islam, Polisi SyarIah Wilayatu Hisbah (WH) Kota Langsa dan masyarakat, Senin (23/30) malam, menggerebek kos-kosan di Lorong Pendidikan, Gang Rambutan, Gampong Paya Bujok Seleumak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa.

Dari rumah kos itu diangkut tujuh orang berstatus mahasiswa, serta tiga orang gadis anak baru gede (ABG) yang masih usia pelajar. Berat dugaan, kumpulan agam inong meujampu lawok (bercampur baur) seperti meusapat keubu (kumpul kebo) itu, sedang melakukan pesta mesum alias pesta pacu birahi.  

Mereka yang diangkut dari rumah kos meujampu lawok itu adalah, M Rinaldi (22), Ari Hendrawan (21), Sartoni (21), Kamaruddin (24), Arif Nur Khalil (22), semuanya mahasiswa dari Aceh Tamiang. Lalu M (18) warga Langsa bestatus pelajar, AJ (19) warga Aceh Tamiang juga berstatus pelajar.

Sedangkan tiga wanita NA (18) warga Langsa berstatus eks pelajar, Uf (19) warga Birem Bayeun, Aceh Timur berstatus pelajar, dan Dira (17) warga Lubuk Pakam, Sumut.

Sumber di lapangan melaporkan, selama ini rumah kos itu sudah tidak menjadi rahasia umum lagi, menjadi lapak khalwat para remaja bahkan tingkatan pelajar. Namun pemilik kos sepertinya tak mempersoalkan hal itu, yang penting kos-kosannya ada yang menyewa. 

Kepala Dinas Syariat Islam Langsan Drs H Ibrahim Latif MM, Selasa (13/3) mengatakan, malam itu pihaknya mendapat kabar dari masyarakat bahwa di rumah kos di Gang Rambutan Gampong Paya Bujok Seleumak itu, sedang ada acara layaknya kumpul kebo, bakhan disinyalir ada dilakukan pesta mesum.

Di rumah kos itu lelaki dan wanita bercampur baur tanpa status apapun, yaitu ada tiga wanita dan tujuh lelaki. Mendapat kabar itu, intel WH langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengintai situasi di sana, dan ternyata benar jika di rumah kos tersebut sedang ada acara layaknya kumpul kebo. “Setelah memastikan memang adanya kegiatan melanggar syariat di sana, tengah malam itu petugas syariat Islam dan Polisi WH langsung bergerak ke lokasi. Petugas dan masyarakat pun langsung menggerebek lokasi itu,” ujarnya.

Ibrahim Latif menambahkan, 10 orang yang terdiri dari tujuh orang laki-laki dan tiga orang gadis ABG langsung dinaikkan ke mobil patroli WH bersama barang bukti (BB), berupa pakaian dan celana dalam pelaku. “Mereka kita amankan ke Kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Selain pakaian dan celana dalam pelaku, juga ikut mengamankan tujuh unit sepeda motor,” sebutnya.

Di hadapan petugas para remaja itu mengaku sudah sering melakukan hal terlarang di rumah kos tersebut, bahkan mereka mengaku gonta ganti pasangan bak ayam jago. Bahkan para gadis itu menyebut angka Rp 200 ribu sebagai kompensasi untuk perbuatan terlarang tersebut.

Para terduga khalwat secara berombongan itu, akan diserahkan kepada penyidik Polres Langsa untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan hukum qanun syariat Islam yaitu Qanun Aceh Nomor 06 tahun 2014 tentang Hukum Jinayah dan diproses hukum cambuk.(zb)

Editor : bakri