Prohaba.co
Petani ditangkap dengan 58 Paket Sabu Siap Edar
Rabu, 14 Maret 2018 12:45 WIB
* Empat Calon Pembeli Ikut Ditangkap

JANTHO - Personel Opsnal Satuan Narkoba Polres Aceh Besar, meringkus satu pengedar sabu-sabu serta empat calon pembeli barang terlarang itu, di Gampong Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Senin (12/3) sekitar pukul 20.15 WIB.

Bersama penangkapan kelima tersangka di sebuah gubuk, di tengah kebun tersebut, polisi ikut menyita 58 paket kecil sabu-sabu yang telah dibungkus plastik bening seberat 9.52 gram.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Drs Heru Suprihasto SH, melalui Kasat Narkoba Iptu Yusra Aprilla SH MH kepada Prohaba, Selasa (13/3) mengatakan, kelima tersangka, satu pengedar sabu dan empat calon pembeli itu ditangkap saat akan melakukan transaksi.

Iptu Yusra menjelaskan pengedar 58 paket kecil sabu-sabu yang dijual seharga Rp 300 ribu/paketnya itu berinisial Ja (31) warga Kecamatan Lembah Seulawah. 

Menurut Yusra, tersangka Ja, merupakan bandar sabu yang paling dicari selama ini oleh pihaknya, sehingga nama dan foto tersangka dimasukkan ke Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Aceh Besar. Pasalnya, lanjut Kasat Narkoba Polres Aceh Besar ini, tersangka Ja, pernah kabur saat personel melakukan penangkapan dan penyergapan terhadap para tersangka narkoba sekitar lima bulan lalu di kecamatan yang sama. 

Termasuk pada saat itu, tersangka Ja juga ada di sana. Namun, seiring berjalannya waktu Ja, dilaporkan tetap menjalankan bisnis haramnya. Hal itu diketahui dari para pengguna narkoba yang ditangkap di Kecamatan Lembah Seulawah mengaku mendapatkan barang terlarang itu dari Ja. “Alhamdulillah, kali ini berkat ketekunan dan kerja keras tim serta dukungan laporan dari masyarakat, akhirnya Ja, si bandar sabu-sabu ini berhasil kita ringkus,” sebut Yusra.

Lalu, empat calon pembeli lainnya yang ikut ditangkap saat itu, rinci Yusra, masing-masing Zi (28), TR (20), Ju (41), dan Mu (39). Seluruh tersangka itu berasal dari Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar. “Kini kelima tersangka telah kami amankan di Mapolres Aceh Besar. Khusus untuk Ja, masih kami dalami, salah satunya dari mana pasokan sabu-sabu itu dia peroleh,” sebut Kasat Narkoba.

Iptu Yusra mengungkapkan, bandar sabu Ja yang diringkus itu bekerja sebagai petani. Begitu juga dengan Zi dan TR, bekerja sebagai petani. Lalu Ju, tercacat sebagai tukang dan Mu bekerja sebagai sopir. “Ini hal yang paling kita khawatirkan, peredaran sabu-sabu ini mulai menyasar ke desa-desa dengan target korbannya para petani, tukang dan sopir. Ini kondisi yang sudah sangat kronis, karena sabu-sabu tidak lagi kita dengar terbatas di perkotaan. Tapi, mulai masuk ke desa-desa,” pungkas Iptu Yusra.

Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat untuk melaporkan bila melihat ada kegiatan orang-orang yang mencurigakan, misalnya berkumpul sekelompok orang di suatu tempat atau mengetahui ada aktivitas mencurigakan. “Pengaruh dan dampak narkoba ini sudah dalam kondisi darurat dan sangat berbahaya. Kita harus melakukan tindakan dan gerakan bersama untuk menyelamatkan seluruh generasi bangsa ini,” pungkas Iptu Yusra.(mir) 

Editor : bakri