Prohaba.co
Razia Narkoba, Polisi Temukan Pakaian Selundupan
Jumat, 2 Maret 2018 11:39 WIB
MEDAN - Satu unit mobil pikap berisi penuh pakaian bekas selundupan dari Malaysia, diamankan polisi di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Polisi mengakui kesulitan mencegah kejahatan ini, mengingat para pelaku telah membuat pelabuhan ilegal di beberapa titik.

Mobil pikap BK 1092 DQ yang dikemudikan Dedi Irwan (35) diamankan polisi, ketika melintas di jalur utama Kecamatan Seikepayang Timur, Kabupaten Asahan, Selasa (27/2) sore. Saat ini pelaku dan seluruh barang bukti sudah diamankan ke Polres Asahan. Dedi merupakan warga yang berdomisili tidak jauh dari lokasi penangkapan. “Sopir mobil sudah ditetapkan tersangka,” kata Kapolres Asahan AKBP Qobul Syahrin Ritonga, Kamis (1/3).

Dia menjelaskan, terungkapnya kasus ini bermula dari razia narkoba yang dilakukan Polsek Sungaikepayang dengan merazia kendaraan yang  akan ke luar menuju Medan. Polisi sempat curiga aksi pelaku membawa tumpukan pakaian dalam jumlah besar hanya akal-akalan untuk menyembunyikan narkoba.

Menurut Qobul, petugas sempat meminta Dedi untuk membogkar sendiri bungkusan pakaian itu untuk memastikan tidak ada narkoba di dalamnya. “Hasilnya steril, tidak ada narkoba,” lanjut Qobul.

Namun ketika pemeriksaan dilanjutkan pada kelengkapan dokumen barang yang dibawa, Dedi mulai panik. Belakangan terungkap kalau pakaian tersebutnya ternyata barang ilegal. Dari pemeriksaan diketahui seluruh pakaian itu baru saja didatangkan dari Malaysia melalui jalur gelap. Rencananya pakaian-pakaian itu akan dibawa ke seorang pengepul di Medan.

Ditegaskannya aksi ini termasuk pidana karena bertentangan dengan Pasal 102 subs Pasal 103 subs Pasal 104 UU Nomor 17/2006 tentang perubahan atas UU Nomor 10/1995 tentang Kepabeanan. Sejauh ini pemeriksaan terhadap tersangka masih terus didalami demi mengungkap pelaku lain yang lebih berandil dalam kasus ini.

Polisi sempat mengatakan kesulitan mengatasi aksi penyelundupan di kawasan Asahan dan Kota Tanjungbalai. Pasalnya para pelaku secara sengaja telah membuat pelabuhan kecil sebagai titik sandar kapal penyelundup yang berasal dari luar negeri.(mad)

Editor : bakri