Prohaba.co
Eksekutor M Kasim Ternyata Pria Singet
Senin, 5 Februari 2018 12:12 WIB

* Istri Korban Sempat Menyaksikan Suaminya Dihabisi

BLANGKEJEREN - Kasus kematian M Kasim Aman Pati (52) warga Ramung Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues (Galus), yang tewas terbunuh di kebunnya, mulai terungkap. Pria lajang Nurul Fajri (30) yang juga warga Ramung, eksekutor M Kasim, ternyata seorang penderita gangguan jiawa alias pria singet.

Polisi sejauh ini telah mengamankan Nurul Fajri, berikut beberapa barang bukti, antara lain parang, kain sarung, tas ransel serta sepasang sandal.

Seperti diberitakan sebelumnya, pria setengah abad M Kasim Aman Pati (52), ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah lampoh (kebun), di Gampong Ramuang, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Sabtu (3/2) sekira pukul 16.00 WIB jelang petang.

Korban menderita luka tebas parah di bahu, tangan serta beberapa bagian lainnya. Belakangan terungkap jika M Kasim dibacok secara brutal oleh Nurul Fajri yang secara terbuka mengakui perbuatannya.

Polisi menangkap Nurul Fajri di Penampaan Blangkejeren, setelah tersangka mengakui perbuatannya kepada warga, kalau dirinya baru saja siap membunuh seorang warganya di Ramung.

Kapolres Galus AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama, kemarin mengatakan, tersangka pembunuhan Nurul Fajri kini sudah diamankan di Mapolres Galus bersama barang bukti sebilah parang, tas ransel dan kain sarung serta sepasang sandal. “Korban meninggal dunia di TKP, karena mengalami luka tebas di bagian leher dan bahu,” sebut Iptu Eko Rendi.

Kasat Reskrim Polres Galus menjelaskan, kronologis kejadian bermula ketika sekira pukul 16.35 WIB sedang berada di kebun bersama istrinya Inen Pati (50). Tiba tiba tersangka muncul di kebun korban dengan mengendarai sepmor Supra Fit. Nurul Fajri tampak membawa sebilah parang. Tersangka langsung ‘menyapa’ korban sambil berkata, apa mau kau.

Belum sempat menjawab terlalu banyak, Nurul Fajri langsung mengeksekusi korban dengan menebas parang ke atas bahu dan leher korban. Spontan M Kasim ambruk bersimpah darah. Lalu tersangka membuang parang dan langsung beranjak kabur.

Istri korban spontan berteriak histeris meminta tolong, lalu seorang warga segera memberitahu kepada warga lainnya. Lalu beberapa warga langsung menuju TKP dan menemukan korban dalam keadaan terlentang dan tertutup kain yang bersimpah darah.

Tingkah Nurul Fajri, eksekutor M Kasim benar benar membuat bergidik bulu roma. Sejenak menghabisi M Kasim secara brutal di kebunnya dengan beberapa tebasan maut, pria muda yang juga warga sekampung dengan korban dan belakangan dilaporkan sakit jiwa itu, langsung beranjak pergi begitu saja.

Tersangka kabur menuju Blangkejeren, dan saat wara wiri di kota kabupaten itu, tepatnya kawasan Penampaan, ia berteriak, kalau dia baru saja membunuh seorang warga di desanya di Gampong Ramung Kecamatan Putri Betung.

Warga pun heboh luar biasa. Polisi yang sudah mencium keberadaan Nurul Fajri segera mengamankan pria tersebut di Pos Lantas Blangkejeren.

Hamba hukum sempat kewalahan dengan ulah Nurul yang meracau tak menentu, hingga terpaksa mengikat tangannya, untuk menjaga segala kemungkinan.

Kapolres Galus AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama, mengatakan, sejauh ini keterangan tersangka tak bisa dipegang, karena sinyalemen gangguan jiwa. Termasuk pengakuannya sakit hati kepada korban, walau pun ketika ditanya penyebabnya, tak mampu dijawab.

Menurut Kapolres, terkait dugaan pelaku kurang waras atau mengalami gangguan jiwa, polisi akan melakukan pemeriksaan kejiwaan tersangka oleh tim khusus nantinya.(c40)


Editor : bakri