Prohaba.co
Dilarang Joget, Kewit Bunuh Teman Mabuk
Kamis, 25 Januari 2018 12:43 WIB
MEDAN - Hingar bingar musik di warung tuak berubah menjadi arena pertumpahan darah. Kerusuhan ini berdampak pada satu orang tewas, dua ditangkap dan satu orang lagi menjadi buronan polisi. 

Kewit (26) dan Mukhlis (28) merupakan dua orang yang ditangkap aparat Polres Asahan. Kedua nelayan yang tinggal di Dusun I, Baganasahan, Kabupaten Asahan dituduh menganiaya Budi alias Cendol pada Jumat (19/1) dini hari. 

Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga, Selasa (24/1), menjelaskan, kedua tersangka sebenarnya saling bersahabat dengan korban. Bahkan mereka sering satu perahu ketika melakoni profesi nelayan. 

Namun tuak, minuman keras khas Sumatera Utara ini telah merubah hubungan pertemanan ini menjadi mitra baku pukul. Mirisnya pertikaian ini hanya disebabkan hal yang sangat sepele. “Tersangka Kewit sakit hati kepada korban karena dilarang joget,” kata Kobul. 

Dijelaskan Kobul, pada malam kejadian itu, tersangka dan korban sama-sama berada di warung tuak yang terletak di Desa Bagan, Kecamatan Tanjungbalai. Seperti biasa, pengelola warung menyediakan hiburan organ tunggal lengkap dengan biduanitanya. 

Benih permusuhan muncul ketika ada persaingan antara korban dan Kewit untuk menarik perhatian sang biduan. Bahkan dengan tegas Budi melarang Kewit ikut berjoget. “Tersangka tidak terima dengan larangan itu, sehingga dia berniat melakukan pembalasan,” lanjut Kobul. 

Namun untuk membalas langsung Kewit tidak punya nyali. Dia kemudian mengajak dua temannya, Mukhlis dan Ilham untuk mengeroyok Budi. Rencana ini dimulai ketiga pelaku dengan menunggu di jalan yang biasa dilalui korban. 

Benar saja, sekira pukul 01.00 WIB, korban melintas sendirian di jalan itu. Ketiga tersangka pun langsung menyergap dan menganiayanya menggunakan kayu hingga tewas. 

Selepas kejadian ini, ketiga tersangka kabur secara berpencar. Kewit dan Mukhlis memilih bersembunyi di Riau hingga akhirnya diringkus, sementara Ilham sejauh ini masih dalam pengejaran.  

“Pengejaran terhadap satu pelaku DPO masih terus dilakukan. Kami sudah mengetahui lokasinya, maka kami imbau sebaiknya menyerahkan diri,” tukas Kobul.(mad)

Editor : bakri