Prohaba.co
Penjudi Sabung Ayam Plueng Cot Ikue
Selasa, 23 Januari 2018 11:54 WIB
* Main Judi, Empat Warga Ditangkap Polisi

LHOKSUKON - Tokoh masyarakat di Kecamatan Lapang, Aceh Utara, menggerebek lokasi judi sabung ayam di kawasan Matang Tunong, Minggu (21/2), sekira pukul 16.00 WIB. Para penjudi sabung ayam pun plueng cot ikue (lari kucar-kacir-red) bersama warga yang ikut menonton. Alhasil, hanya 13 ekor ayam jantan yang tinggal di lokasi. Belakangan, polisi tiba dan langsung menyita ayam tersebut.

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezki Kholiddiansyah, menyebutkan beberapa tokoh masyarakat di kawasan itu melintasi kawasan Matang Tunong, Minggu sore. Melihat keramain, mereka berhenti dan mendatangi lokasi itu.

Ternyata, sejumlah warga terlibat peuloet manok (judi sabung ayam-red). Melihat tokoh agama di kecamatan itu, para penjudi pun lari cot ikue. “Yang tinggal di lokasi hanya 13 ekor ayam jantan,” kata Rezki  kepada Prohaba, kemarin.

Mendapat informasi tersebut, petugas Subsektor Lapang mendatangi lokasi. Dari sana, polisi menyita 13 ekor ayam laga dan satu arena laga ayam yang dibuat dari kain. “Ayam tersebut sudah kami angkut. Sampai sekarang, belum ada yang mengaku pemilik ayam tersebut,” pungkas Rezki.

Sementara di Meulaboh, aparat Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat menangkap empat warga terlibat judi di sebuah pondok di kawasan Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Minggu (21/1), sekira pukul 15.40 WIB.

Tim Resmob Satreskrim Aceh Barat begerak cepat setelah mendapat laporan adanya praktik judi oleh sejumlah orang. Alhasil, polisi menangkap empat wiraswasta dan nelayan berinisial D (44), ZA (49), dan II (46), warga Blang Beurandang, serta MN (51) penduduk Kampung Belakang.

Sementara empat pria lain plueng cot ikue. Mereka adalah ZB (45), AB (45), dan Ds (42) warga Blang Beurandang. Seorang lagi yakni H (45) warga Ujong Baroh.

Dari lapak judi, polisi menyita dua set kartu remi dan uang tunai Rp 515 ribu. Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa mengatakan, akibat perbuatannya, para penjudi dijerat Pasal 18 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014. “Ancamannya, uqubat ta’zir cambuk 12 kali atau denda paling banyak 120 gram emas murni, atau penjara paling lama 12 bulan,” ujar Bobby.(jaf/riz) 

Editor : bakri