Prohaba.co
Dobrak Pintu, Seluruh Pasien Rehabilitasi Narkoba Kabur
Rabu, 17 Januari 2018 12:05 WIB
* Sekuriti: Bosan Makannya Itu-itu Saja

MEDAN - Pasien Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika (LRPPN) Bhayangkara Indonesia (BI) Medan mengamuk, Selasa (16/1). Setelah mendobrak pintu, seluruhnya melarikan diri.

Para pasien ini mengamuk saat sedang sarapan. Warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian mendegar ribut-ribut dan suara piring dibanting ke lantai. Suara gaduh itu semakin jelas tedengar ketika para pasien merangsek ke ruangan depan. “Mereka mendobrak-dobrak pintu sambil teriak-teriak,” kata seorang warga.

Setelah pintu tersebut terbuka, seluruh penghuni panti rehabiltasi itu pun kabur. Pihak sekuriti tak berdaya menghalau pergerakan mereka. Informasinya jumlah pasien yang kabur 34 orang. Panti di Jalan Budi Luhur, Gang PTP, Medan Helveti itu sendiri memiliki kapasitas 60 orang.

Untung Wibowo, sekuriti di panti itu menduga, amukan pasien disebabkan menu sarapan. Menurutnya sebelum kejadian ada pasien yang mengeluh dengan menu sarapan. Pasien itu kemudian memprovokasi teman-temannya untuk melakukan protes.

Untung mengaku tidak tahu jumlah pasien yang kabur, karena selang beberapa waktu kejadian ada pasien yang kembali. “Sudah ada yang kembali. Sekarang manajemen sedang berkoordinasi dengan keluarga untuk membawa kembali pasien yang kabur,” kata dia.

Ucapan Untung ini sedang didalami polisi. Penyelidikan yang telah dilakukan polisi memang menemukan indikasi amukan pasien disebabkan makanan. “Permasalahan sebenarnya masih kita selidiki, tapi garis besarnya karena masalah makanan. Mungkin ya biasalah, anak-anak yang begini ini harus dijaga ekstra hati-hati. Kita harus mengetahui selera anak-anak ini,” kata Kapolsek Helvetia Kompol Trila Murni.

Dijelaskannya, amukan pasien ini menyebabkan pintu depan rusak. Beberapa ruangan juga berantakan setelah pasien secara sengaja mencampakkan berbagai barang ke lantai. Polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP, termasuk rekaman CCTV. Sejauh ini pihak panti belum membuat laporan pengaduan terkait perusakan itu.(mad)


Editor : bakri