Prohaba.co
Tervonis Zina Dicambuk 100 Kali
Sabtu, 23 Desember 2017 10:49 WIB
* Dua Fasilitator Mesum Terkena 46 Sebatan
* Di Simeulue 16 Orang Dicambuk

LHOKSEUMAWE - Wahyu Putra, tervonis zina terhadap anak, Jumat (22/12), dicambuk 100 kali. Pria itu sempat meminta jeda tiga kali saat eksekusi cambuk dilakukan algojo. Namun akhirnya, eksekusi tuntas dilakukan hingga 100 kali.

Eksekusi tervonis cambuk itu dilakukan Kejaksaan Negeri Lhokseumawe. Siang itu, tiga orang tervonis dicambuk di halaman Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe. Dua lainnya adalah, Cut Lela dan Cut Bela. 

Pantauan Prohaba, eksekusi cambuk dimulai sekitar pukul 13.00 WIB atau bakda Jumat. Terpidana yang dicambuk pertama adalah Wahyu Putra dalam kasus pezinaan terhadap anak. Sesuai putusan Mahkamah Syariah, pria itu dicambuk sebanyak 100 kali.

Diawal prosesi, tervonis terlihat santai. Namun memasuki hitungan 48, tervonis itu langsung mengangkat tangan untuk meminta algojo berhenti mencambuk. Setelah diperiksa tim medis, eksekusi cambuk bisa dilanjutkan lagi. Namun pada hitungan 54, kembali cambuk sempat terhenti. Namun setelah diperiksa tim medis, terpidana kembali bisa dicambuk. Hal yang sama juga terjadi saat memasuki hitungan 81. Namun begitu, terpidana berhasil menjalani hukum cambuk sampai selesai.

Eksekusi cambuk kedua dilakukan terhadap Cut Lela, tervonis dalam perkara menfasilitasi zina. Wanita ini dihukum cambuk sebanyak 23 kali yang berlangsung lancar.

Terakhir eksekutor mencambuk Cut Bella yang kasusnya sama, yakni menfasilitasi zina. Perempuan muda ini juga dicambuk sebanyak 23 kali.

Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Rahmad, menyebutkan, selama ini tervonis ditahan di Lembaga Permasyarakatan Lhokseumawe. “Jadi dengan selesai dicambuk, maka proses hukum terhadap mereka sudah selesai dan bisa langsung bebas,” demikian Rahmad.

Eksekusi di Simeulue
Sementara itu dari Sinabang, Simeulue, dilaporkan, sebanyak 16 pelanggar syariat di wilayah kepulauan Simeulue dihukum cambuk, Jumat (22/12) di halaman Masjid Baiturrahma Kota Sinabang. Eksekusi cambuk dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Simeulue, setelah keluarnya surat keputusan dari Mahkamah Syar’iah setempat. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simeulue, Jamaluddin, kepada wartawan mengatakan, sebanyak 16 pelanggar syariat itu terdiri dari beberapa kasus, seperti khamar, ikhtilat dan maisir. “Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran bagi yang lain. Agar tidak ada lagi perbuatan yang melanggar syariat di Simeulue,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kadis Syariat Islam Simeulue, Drs Fadhlun, yang berharap supaya kejadian ini betul-betul jadi perhatian semua lapisan masyarakat. Sehingga diharapkan kejadian ini tidak terulang lagi di bumi Simeulue. “Setelah pelaksanaan cambuk ini kita harapkan tidak ada lagi pelanggaran. Ini harus jadi perhatian semua pihak,” kata Kadis Syariat Islam Simeulue.(bah/sm)

Editor : bakri