Prohaba.co
Tak Dibelikan Sepmor, Remaja Gantung Diri di Pohon
Jumat, 15 Desember 2017 15:38 WIB
MEDAN - Salim Batubara memang berakal pendek. Hanya karena tidak memiliki sepeda motor seperti teman-teman sebayanya, remaja yang baru lulus SMA ini merasa menanggung aib besar. Klimaksnya, ia ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon di perkebunan cokelat.

Peristiwa tragis ini langsung menghentak kesunyian pagi di Desa Hutalombanag, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Kamis (14/12). Saat ditemukan Salim sudah tidak bernyawa. Ia tergantung di pohon dengan kondisi leher terikat kain.

Warga bersama polisi sempat kesulitan mengevakuasi korban, karena kain sudah sangat erat mencengkeram lehernya. “Kemungkinan sudah lebih dua jam tergantung, makanya simpul kain sulit dibuka,” kata seorang warga yang ikut melakukan evakuasi.

Hasil visum di rumah sakit daerah setempat menunjukkan tidak ada tanda bekas penganiayaan di jasad pria muda itu. Polisi pun kemudian meyimpulkan kematian itu akibat perbuatan sendiri atau bunuh diri. “Dugaan murni bunuh diri. Ini sudah sesuai indentifikasi di TKP dan rumah sakit,” kata Kapolsek Padangsidimuan AKBP Andi Nirwandi.

Motif yang menyebabkan pemuda ini nekat menghabisi hidupnya pun belakangan terkuak. Ayah korban, Jamal Batubara (52) mengungkapkan kalau sejak enam bulan lalu atau persisnya lulus SMA, Salim menagih janji dibelikan sepeda motor. Memang sebelumnya Jamal menjanjikan hadiah itu. Tapi itu hanya sebatas motivasi agar sang anak mau mengikuti ujian nasional. “Saya berdoa juga mana tahu dalam perjalanannya dikasih rezeki lebih untuk beli kereta (sepmor). Mana ada orang tua yang berhitung (pelit) sama anak sendiri,” ungkap Jamal.

Namun fakta berbanding terbalik dengan rencana. Hingga enam bulan berlalu, petani ini tidak juga mendapat uang lebih, sehingga niatnya membelikan sepmor belum terwujud. Semenjak itu kata Jamal, Salim mulai enggan menemui teman-temannya, dan lebih suka mengurung diri di kamar. “Dia selalu nagih, salah saya memang sudah berjanji. Tapi tidak menyangka begini akhirnya,” ucap Jamal terisak menahan tangis.(mad)

Editor : bakri