Prohaba.co
Lubang Maut Ancam Pengguna Jalan
Jumat, 8 Desember 2017 11:50 WIB
SIGLI - Ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Sakti dengan Keumala, Pidie, hingga kini masih dihiasi lubang, akibat amblasnya badan jalan.

Amblasnya badan jalan itu karena gorong-gorong sebagai penahan jalan hancur dihantam banjir. Kini, kendaraan roda empat tidak bisa melintasi jalan tersebut karena badan jalan hanya tersisa 50 centimeter. 

Sekdes Gampong Leupeum, Kecamatan Sakti, Muhammad Rauzi, Kamis (7/12) mengatakan, lubang di badan jalan yang menghubungkan Kecamatan Sakti dengan Keumala akibat patahnya gorong-gorong pada, Minggu (3/12) sekitar pukul 15.25 WIB.

Lanjutnya, lubang di tengah jalan itu belum diperbaiki sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melewati. Sementara pengguna roda dua harus ekstra hati-hati saat melintas di jalur kecamatan tersebut. Jalan yang tersisa itu hingga kini tinggal 50 cm. “Kalau tidak cepat ditangani sisa jalan akan amblas, mengingat roda dua setiap hari melintas di jalan tersebut,” tukas Muhammad Rauzi. 

Menurutnya, di jalan rusak itu dua pengguna jalan sempat terjatuh karena tidak mengetahui jalan telah berlubang. Beruntung keduanya hanya menderita luka ringan. Sebagian warga yang telah mengetahui jalan rusak, pengguna jalan harus melewati lorong perkampungan melalui Gampong Beutong Pocut.

Kepada Pemkab Pidie, lanjutnya, agar segera memperbaiki jalan tersebut sebelum menelan korban jiwa. Jika dibiarkan akan berdampak amblasnya jalan itu secara meluas.

Kabid Pekerjaan Umum Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pidie, Tantawi, yang dihubungi Serambi, kemarin mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Pidie terhadap penanganan jalan amblas di Sakti merupakan wewenang BPBD Pidie 

Sebab, kata Tantawi, amblasnya jalan itu akibat ekses banjir. Secara terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos, Kamis (7/12) menjelaskan, seharusnya Dinas PUTR Pidie tidak melempar tanggung jawab dalam penanganan ruas jalan rusak. Jika dinas terkait memiliki dana harus segera memperbaiki sarana publik tersebut.(naz)

Editor : bakri