Prohaba.co
Seorang PNS Aceh Barat Dicambuk 100 Kali
Sabtu, 2 Desember 2017 13:09 WIB
* Terpidana Kasus Khalwat

MEULABOH - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemkab Aceh Barat, Z, Kamis (30/11) dihukum cambuk sebanyak 100 kali. Pria Z divonis dalam kasus khalwat, dan dicambuk di halaman Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh. Sementara wanita R yang merupakan pasangan khalwat dari pria Z tersebut juga dihukum cambuk 100 kali, namun mangkir sehingga gagal dicambuk.

Pelaksanaan eksekusi cambuk semula direncanakan 19 orang ternyata hanya 18 orang terlaksana. Selain terpidana kasus khalwat, prosesi cambut juga dilakukan terhadap pria J yang merupakan pelaku seksual sebanyak 26 kali cambuk. Sedangkan pelaku lain merupakan terpidana kasus maisir (judi) yakni M (dicambuk 11 kali), MM (11 kali), E (16 kali), RC (6 kali), S (5 kali), Ma (6 kali), ZA (7 kali), MS (7 kali), J (7 kali), B (7 kali), Sy (7 kali), AJ (7 kali), TZ (6 kali), MN (7 kali), Mu (7 kali), Mk (7 kali).

Eksekusi cambuk dilaksanakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat dengan menghadirkan algojo dari petugas Wilayatul Hisbah (WH) Pemkab Aceh Barat. Turut hadir Kajari Ahmad Sahrudin, Wabup H Banta Puteh Syam, Kabag Ops, Kepala LP dan pejabat lainnya. Sebelum eksekusi cambuk diisi ceramah agama. Turut pula disaksikan ribuan warga yang memadati masjid kabupaten tersebut.

Eksekusi cambuk terhadap pria Z sebanyak 100 kali tersebut sempat beberapa kali berhenti. Selain itu algojo juga setiap sepuluh kali cambuk diganti dengan algojo lain. Demikian juga pria Z sempat dua kali diperiksa oleh petugas medis tetapi berjalan lancar meski pada bagian punggung mengeluarkan darah karena bengkak terkena rotan ketika dicambuk.

Prosesi eksekusi cambuk kemarin sempat diwarnai sorakan masyarakat karena algojo yang mencambuk ada yang kuat dan ada pula yang kurang kuat. Bahkan pihak kejaksaan juga sempat mengingatkan petugas algojo dalam pelaksanaan cambuk rotan supaya lurus. Setelah prosesi cambuk terhadap 18 orang selesai para terpidana diberikan surat bebas oleh Kepala LP Meulaboh.

Kajari Aceh Barat Ahmad Sahrudin kepada wartawan di sela pelaksanan hukum cambuk mengatakan jumlah semua pelanggar yang dieksekusi cambuk sebanyak 39 orang yakni semua kasusnya telah inkrah (berkuatan hukum tetap). Namun pelaksanaan tahap awal pada Kamis merupakan 19 orang. “Namun satu orang tidak hadir, sehingga yang berhasil dieksekusi hanya sebanyak 18 orang,” katanya.

Menurutnya dari terpidana yang dicambuk mereka adalah terpidana kasus maisir dan khalwat. Dua orang terpidana khalwat direncanakan dicambuk pada Kamis namun terlaksana hanya satu orang dengan cambukan masing-masing 100 kali sebagaimana putusan Mahkamah Syairiyah Meulaboh. “Terhadap yang belum dicambuk akan dijadwalkan dalam waktu dekat ini,” katanya.

Wabup Aceh Barat H Banta Puteh Syam mengatakan kegiatan ini merupakan sebuah bukti dan komitmen Pemda untuk pelaksanaan syariat Islam. Pemerintah secara khusus sedang gencar-gencarnya melaksanakan syariat Islam dalam semua sendi kehidupan. maka, bagi yang melanggar ketentuan syariat Islam akan diberikan hukuman sesuai kasus yang dilakukannya. “Karena perbuatan minuman khamar, maisir dan khalwat merupakan  perbuatan sangat dilarang oleh agama Islam serta bertentangan pula dengan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat Aceh,” katanya.(riz)

Editor : bakri