Prohaba.co
Polisi Musnahkan Ganja yang Diselundupkan dengan Udang Sabu
Rabu, 29 November 2017 15:34 WIB
BANDA ACEH - Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh, memusnahkan 19 bal ganja dengan berat 17,8 kilogram dengan cara dibakar di halaman Mapolresta, Banda Aceh, Selasa (28/11). Bersama pemusnahan ganja yang gagal diselundupkan dengan modus mencampuri dengan udang sabu (ebi) melalui jasa pengiriman ekspress di kawasan Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, pada 6 Oktober 2017 lalu itu, petugas juga menghadirkan tersangka Fir (23) di lokasi pemusnahan.

Prosesi pemusnahan 17 bal ganja tersebut dilakukan Wakapolresta AKBP Armaini SIK serta turut hadir dari Pengadilan Negeri (PN) dan Kejari Banda Aceh. Lalu petugas Balai POM, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banda Aceh, dari Kesabang Pol dan Linmas Kota Banda Aceh serta pengacara tersangka Fir.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH, melalui Kasat Narkoba Kompol Syafran menyebutkan, tersangka Fir, bertanggung jawab atas kepemilikan 17 bal ganja tersebut. Pasalnya, tersangka Fir yang menelpon langsung petugas pengiriman ekspress, agar mengambil kotak berisi ganja tersebut di kawasan Indrapuri, Aceh Besar. “Petugas yang menerima telepon dari tersangka Fir, langsung menuju ke lokasi untuk mengambil paket ganja tersebut ke alamat yang dimaksud. Tapi, begitu paket itu tiba di loket mereka, petugas yang di sana, mencurigai isi paket tersebut, sehingga hal itu pun diinformasikan ke kami,” kata Syafran, kepada wartawan, Selasa (28/11).

Begitu paket di dalam kardus tersebut dibuka, ternyata kecurigaan petugas pengiriman kilat itu benar. Isinya berupa bal-bal ganja. Lalu untuk mengelabui petugas pengiriman kilat tersebut, di dalam kotak berisi 17 bal ganja ikut ditaburi udang sabu atau udang kering, lanjut Syafran. “Karena, tersangka Fir belum membayar ongkos pengiriman, sehingga kami meminta petugas untuk menghubungi pelaku. Pada waktu tersangka tiba di loket pengiriman kilat untuk tujuan membayar ongkos pengiriman tersebut, kami pun langsung mengamankannya,” ungkap Syafran.

Kasat Narkoba Polresta ini menjelaskan, meski dalam pengakuan tersangka Fir, ganja tersebut bukan miliknya, melainkan milik Puuk (panggilan), tersangka yang kini DPO dan berdomisili di Jakarta. Tapi, tersangka Fir, tahu di dalam kotak tersebut berisi ganja, setelah ada seseorang mengirimkan paket itu kepadanya, agar Fir mengantarnya ke pengiriman kilat. “Secara tidak langsung tersangka Fir tahu isinya kotak tersebut ganja. Meski, dia mengatakan ganja tersebut milik dari tersangka Puuk yang tinggal di Jakarta. Di samping tahu bahwa isinya ganja, tersangka juga menerima upah sebesar Rp 700 ribu yang dikirimkan langsung ke rekeningnya,” sebut Syafran. 

Tersangka melanggar Pasal 111 Ayat 2 dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan Unsur-unsur dan ancaman hukuman dalam hal perbuatan menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan dalam bentuk tanaman yang beratnya melebihi satu kilogram atau melebihi lima batang pohon, dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

Tersangka Fir yang selama ini dititipkan di Rutan Banda Aceh di Kajhu, Aceh Besar ini, saat ditanyai wartawan mengkui kesalahan itu. Meski demikian ia tetap mengharapkan pengampunan serta keringanan hukuman saat divonis nanti. “Saya memang bersalah. Saya juga tahu kotak itu berisi ganja dan saya sempat menolak. Tapi, entah bagaimana akhirnya saya mau. Bagaimana pun saya tetap menaruh harapan besar agar saya diampuni dan diberi keringanan hukuman,” harap Fir yang tercatat sebagai mahasiswa di satu perguruan swasta di Kota Banda Aceh.(mir)

Editor : bakri