Prohaba.co
Tujuh Bandar dan Kurir Narkoba Dibekuk Polisi
Selasa, 21 November 2017 12:35 WIB
TAKENGON - Dalam waktu 16 hari, Satuan Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tengah mengungkap lima kasus terkait dengan peredaran narkoba di Kota Takengon. Bersama itu, polisi menangkap tujuh bandar serta kurir narkoba. Seorang di antaranya merupakan perempuan yang berprofesi sebagai pengedar sabu-sabu.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hairajadi, mengungkapkan, dari kelima penangkapan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti (BB) dari tangan pengedar dan pemakai. Dia merincikan, sabu-sabu 6,58 gram dan ganja 2,86 gram.

“Selain itu, ada kendaraan roda dua satu unit yang digunakan seorang tersangka sebagai sarana transportasi mengedarkan narkoba tersebut. Ada juga satu mobil,” kata Hairajadi dalam konferensi pers yang berlangsung di halaman Mapolres setempat, Senin (20/11).

Kasat Narkoba Polres Aceh Tengah, Iptu Sastra Wijaya, menambahkan mobil yang disita tersebut sebelumnya terlibat kasus tabrak lari. Namun, setelah dikejar dan mobil dihentikan, ditemukan barang bukti lain berupa 0,60 gram sabu-sabu dan ganja di dalamnya.

Menurut Sastra, ketujuh tersangka merupakan pengedar dan kurir sabu-sabu. Ada yang telah menjalani rutinitas tersebut selama dua tahun terakhir dan ada yang baru lima bulan. “Semua kasus ini kami ungkap selama 16 hari di bulan Nopember 2017 ini,” paparnya.

Adapun inisial para tersangka di antaranya M (24), perempuan yang diduga sebagai pengedar, M, K (38) pegawai honorer di Pemkab Bener Meriah, dan H (36) operator alat berat, semuanya asal Bebesen.

Lainnya berinisial IN (34), A (24), yang tertangkap membawa narkoba setelah tabrak lari di kawasan Paya Tumpi, Kota Takengon, dan R (20), semuanya warga Bebesen. Terakhir RS (23), pegawai honorer di Dinas Kebersihan Aceh Tengah.

Di sela-sela konferensi pers, Kapolres Aceh Tengah juga menyerahkan penghargaan kepada Aipda Joko, personel Satlantas yang sudah menangkap salah seorang pengedar narkoba.(my)


Editor : bakri