Prohaba.co
Cek Gu Dituduh Lecehkan Lima Muridnya
Selasa, 21 November 2017 12:34 WIB
BLANGPIDIE - Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Adagium itu tepat disematkan kepada Muhibuddin (58). Warga salah satu desa di Kecamatan Jeumpa, Aceh Barat Daya tersebut dituduh tega melecehkan seksual kepada lima muridnya di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di kabupaten itu.

Kelima murid yang mendapatkan tindakan tak senonoh dari guru bahasa Arab itu yakni Bunga (10), Mawar (10), Melati (10), Seroja (11), dan Anggrek (11)--semuanya nama samaran.

Kabarnya, kejadian itu telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Bahkan, dari pengakuan korban, mereka telah dijamah dua hingga empat kali oleh cek gu yang dinilai murah hati itu.

Aksi itu pun terbongkar setelah para korban merasa risih dan malu atas sikap gurunya.Mereka pun melaporkan peristiwa tersebut kepada orang tuanya.

Mendengar pengakuan sang anak, tanpa menunggu lama, kelima orang tua korban yang tinggal satu desa dengan si cek gu, melapor ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Abdya.

Kapolres Abdya, AKBP Andy Hermawan mengatakan pihaknya telah memindaklanjuti laporan tersebut. Hingga kemarin, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, para korban, bahkan si cek gu. Dari pemeriksaan awal, cek gu bahasa Arab itu mengakui perbuatannya.

Kasat Reskrim Abdya, Iptu Zulfitriadi, menambahkan, perlakuan tak senonoh itu dilakukan saat jam belajar-mengajar. Mulanya, cek gu mendekati korban dan berpura-pura mengajarkan korban membaca bahasa Arab.

“Lalu, tangannya sebelah kanan atau kiri terus bermain ke bawah, meremas payudara, hingga menggesek daerah organ vital korban,” ujar Zulfitriadi kepada Prohaba, Senin (20/11).

Namun, awal-awal kejadian yang diperkirakan terjadi pada September lalu itu, para korban tidak berani melaporkan kejadian tersebut mengingat cek gu sering memberikan uang kepada para korban. Tak hanya itu, si cek gu juga es krim atau permen kepada korbannya. “Itu merupakan cara dan modus predator sex untuk melancarkan aksi mereka. Makanya kasus ini baru ketahuan,” sebut Zulfitriadi.

Kata dia, dengan pemberian atau iming-iming kepada calon korban, kebanyakan mereka tidak bisa menolak ajakan pelaku. Akibatnya, terjadilah pelecehan seksual hingga pencabulan.

“Bukti-bukti sudah lengkap. Dalam waktu dekat, kepala sekolah akan kami panggil. Setelah itu langsung gelar perkara untuk meningkatkan statusnya,” tandas Zulfitri.

Hingga kemarin, polisi belum mengetahui pasti motif si cek gu melakukan praktik itu. Padahal, dia sudah memiliki anak. Bahkan, anaknya ada yang sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Saat diinterogasi, ngakunya cuma khilaf,” ungkap Zulfitri.

Atas perbuatan itu, cek gu Muhibuddin telah melanggar Qanun Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, sebagimana dimaksud pasal 46 tentang pelecehan seksual. Ancamanya, cambuk paling banyak 90 kali atau denda paling banyak 900 gram emas murni, atau penjara paling lama 90 bulan.

“Hukumannya bisa saja lebih (karena korban lebih satu orang-red). Tergantung hakim nanti,” pungkasnya.(c50)

Editor : bakri